Dua Yayasan Unilaki Sepakat Islah

  • Bagikan
Pengurus Yayasan Lakidende Razak Porosi, Asriani Porosi saat menunjukkan berita acara islah. (Foto: Mas Jaya / SULTRAKINI. COM)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Yayasan Lakidende Razak Porosi (YLRP) dan Yayasan Lakidende (YL) yang selama ini berseteru atas kepemilikan Universitas Lakidende (Unilaki) akhirnya berdamai. Keduanya sepakat islah setelah melalui proses musyawarah yang difasilitasi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).

Pengurus YLRP, Asriani Porosi menuturkan, pertemuan antara kedua yayasan sebelumnya berlangsung di Dikti tanggal 12 Februari 2017. Pada pertemuan tersebut,  masing-masing pihak diwakili tiga utusannya.  Pihak YLRP dihadiri oleh Siti Aminah Razak Porosi,  Asriani Porosi dan Radif.  Sementara dari pihak YL dihadiri oleh Basrim Suprayogi, Andi Saleh dan Yasin Togala. 

Pada pertemuan tersebut, pihak Dikti menyarankan agar dilakukan islah antar kedua pihak.  Hal itu dilakukan agar perseteruan yang terjadi tidak mengorbankan mahasiswa yang melalukan studi.  Akan tetapi, tawaran dari Dikti tersebut belum diamini pihak YL.  Alasannya, mereka belum bisa mengambil keputusan.  

Selanjutnya, pada tanggal 2 Maret 2017 kedua pihak melakukan lagi pertemuan. Kali ini berlangsung di Makassar yang difasilitasi Kopertis Wilayah 9.  Dalam pertemuan tersebut,  pihak YLRP diwakili oleh Siti Aminah Razak Porosi dan Asriani Porosi. Sementara pihak YL, diwakili oleh Mashur Masie Abunawas dan Anwar Bei. Kedua pihak sepakat untuk untuk islah. Kesepakatan itu telah tertuang dalam berita acara islah yang telah ditandatangani kedua belah pihak.  

Baca:   GEMA DESANTARA dan Kemenpora Dorong Kreatifitas Pemuda di Bidang Pertanian Organik

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Berita acara tersebut memuat lima poin.  Pada intinya kami diminta untuk islah. Selanjutnya diinstruksikan untuk mengadakan pertemuan selanjutnya untuk membahas mekanisme setelah islah, ” jelasnya.  

Wanita yang juga menjabat kepala BKKBN Konawe itu melanjutkan, pertemuan selanjutnya akan dilakukan di Kendari tanggal 12 Maret. Pertemuan itu akan membahas apakah akan dibentuk yayasan baru atau seperti apa.  Namun, yang jelasnya kedua pihak akan bergabung dalam satu yayasan.  

“Di situ juga nantinya akan membahas struktur pengurus yayasan. Tentu yang akan dipilih adalah mereka yang pontensial,  yang sudah tua kami pinggirkan dulu,” tandasnya.

Laporan: Mas Jaya

  • Bagikan