Dugaan Premanisme Saat Demo Menentang Rotasi Mutasi ASN di Wakatobi Resmi Dilapor ke Polisi

  • Bagikan
Mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Koalisi Parlemen Jalanan melapor ke Polres Wakatobi atas tindakan represif ketika mereka berunjuk rasa menentang menentang rotasi pejabat eselon II sampai IV dan kepala sekolah di depan sebuah hotel. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Penyerangan terhadap pengunjuk rasa ketika mendukung KASN mengklarifikasi ASN yang dinonjob oleh Bupati Wakatobi, Haliana berakhir di kantor polisi. Mereka tidak terima diserang saat sedang berorasi pada Rabu (23 Maret 2022) lalu.

Sejumlah mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) melaporkan tindakan represif oleh sekelompok pria diduga preman ketika berorasi menentang rotasi pejabat eselon II sampai IV dan kepala sekolah yang dilakukan Bupati Wakatobi Haliana.

Di mana saat pengunjuk rasa berorasi di depan sebuah hotel–mereka diserang sekelompok orang hingga membuat beberapa orang luka-luka. Hotel tersebut kabarnya menjadi tempat KASN melakukan pemeriksaan terhadap ASN yang dinonjob bupati.

Founder KPJ, Emen Lahuda, menilai demonstrasi diatur dalam perundang-undangan di mana setiap orang berhak menyampaikan aspirasi. Namun kenyataannya mereka diserang.

“Kami berharapkepolisian mengusut tuntas para bedebah-bedebah,” ucapnya, Jumat (25 Maret 2022).

Tidak hanya melaporkan tindakan represif yang dilakukan, adapula kalimat bernada ancaman. “Mereka sambil menunjuk-nunjuk, mengancam akan membunuh kami,” sambung Emen. (C)

(Baca: Mendukung KASN Klarifikasi ASN Dinonjob Bupati Wakatobi, Pengunjuk Rasa Diserang)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Sarini Ido

Baca:   Aksi Penolakan Kedatangan Wantimpres di Wakatobi Ricuh
  • Bagikan