Empat Guru Besar Baru dari Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Dikukuhkan

  • Bagikan
Empat Guru Besar yang dikukuhkan lewat Rapat Senat Luar Biasa di gedung Sport Center UHO di Kendari, Selasa (7/12/2021). (Foto: Ist)
Empat Guru Besar yang dikukuhkan lewat Rapat Senat Luar Biasa di gedung Sport Center UHO di Kendari, Selasa (7/12/2021). (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Pertanian. Mereka adalah Prof. Ine Fausayana, Prof. Saediman, Prof. Surni, dan Prof. Ansharullah.

Pengukuhan dilakukan lewat Rapat Senat Luar Biasa di gedung Sport Center UHO di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (7/12/2021). Seremonial pengukuhan dilakukan dengan prokes berbasis hybrid, dengan acara luring dan dihadiri oleh  keluarga, kolega dan lainnya.

Dalam pengukuhan ini masing-masing guru besar diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato ilmiahnya tentang hasil karya ilmiahnya.

Pertama, Prof. Ine Fausayana. Dia ditetapkan sebagai guru besar berdasarkan SK Mendikbud, nomor: 64872/MPK//KP/2020 tanggal 24 Juli 2020 TMT mulai 1 Juni 2020 diangkat menjadi Guru Besar bidang Manajemen Agribisnis. Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Model Desain Agribisnis Rumput Laut Berbasis Lokalitas di Sulawesi Tenggara”.

Hasil kajian dan risetnya, bahwa permasalahan agribisnis rumput laut di Indonesia maupun di Sulawesi Tenggara terjadi mulai dari sub sistem input, on farm, off farm dan pemasaran hingga pada subsistem pendukung.

Berikutnya, Prof. Saediman. Dia juga ditetapkan berdasarkan SK Mendikbud nomor: 117083/MPK//KP/2020 tqnggal 24 November 2020 TMT mulai 1 Agustus 2020 diangkat dalam jabatan Guru Besar bidang Sosial Ekonomi Pertanian. Ia memaparkan pidato ilmiah dengan judul “Diversifikasi Pangan Lokal Memperkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Pembuktian Empiris Menggunakan Pendekatan Usda”.

Baca:   Kendari Mengarah ke Modern, Satu Persatu Layanan Berubah ke Digital

Dia menjelaskan bahwa metode USDA terbukti dapat digunakan untuk mengukur ketahanan pangan karena memiliki sejumlah keunggulan.

Selanjutnya, Prof. Surni. Ditetapkan berdasarkan SK Mendikub, nomor: 143752/MPK//KP/2020 tanggal 30 Desember 2020 TMT mulai 1 Desember 2020 diangkat dalam jabatan Guru Besar bidang Agribisnis/Pemasaran. Ia menyampaikan pidato Ilmiah dengan judul “Pemasaran Produk  Pangan  Di  Era   Sebelum Pandemi Covid-19  Dan  Di Era   Pandemi Covid-19”.

Dalam risetnya, dia menjelaskan bahwa implikasi teoritis yang ditemukan pada masa pandemi Covid-19, kebijakan Work From Home menyebabkan arus pemasaran daging ayam terhambat dan jumlah konsumen mengalami penurunan sehingga upaya peningkatan produksi menurun.

Terakhir Prof. Ansharullah. Dosen Fakultas Pertanian itu ditetapkan berdasarkan SK Mendikbud, nomor: 2817/MPK//KP/2021 tanggal 19 Januari 2021 TMT mulai 1 Januari 2021 diangkat dalam jabatan Guru Besar bidang Teknologi Hasil Pertanian. Ia menyampaikan pidato Ilmiah dengan judul “Diversifikasi Produk Pangan Berbasis Sagu: Suatu Upaya Untuk Peningkatan Nilai Tambah”.

Melalui hasil kajiannya, dia menjelaskan bahwa pengembangan dan diversifikasi produk primer sagu menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi tinggi memerlukan sentuhan industri untuk dapat memproduksi dalam jumlah besar.

Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun Firihu dalam sambutannya mengungkapkan pengukuhan guru ber ini merupakan kebahagiaan bagi seluruh warga kampus, sebab pada akhir 2021 ini kampus Universitas Halu Oleo bertambah Guru Besar menjadi 88 orang yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda.

Baca:   Universitas Halu Oleo Kembali Kukuhkan 4 Guru Besar, Kali Ini dari FKIP

Muhammad Zamrun Firihu selaku Rektor UHO mengucapkan selamat kepada Prof. Dr. Ine Fausayana, SE., M.Si., Prof. Ir. H. Saediman, M.Agr., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Surni, M.S., dan Prof. Dr. Ir. Ansharullah, M.Sc. atas keberhasilannya mencapai jabatan fungsional Guru Besar.

“Pencapaian predikat guru besar ini, menjadi awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, dan selalu memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab moral, dan yang terpenting mampu memberi kontribusi kepada masyarakat luas, dan hal ini tentunya juga dapat dilakukan oleh setiap orang,” ucap Zamrun, Selasa (7/12/2021).

Dikatakannya, bertambahnya guru besar akan berkorelasi dengan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan universitas dalam mengemban Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu, pencapaian predikat ini dapat menjadi awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih, dan selalu memiliki integritas yang tinggi, tanggungjawab moral, dan yang terpenting mampu memberi kontribusi kepada masyarakat luas.

“Saya berharap kepada keempat guru besar ini, untuk terus menghasilkan karya-karya ilmiah dan selalu mengembangkannya, tidak berhenti sampai disini saja serta dapat menginspirasi seluruh dosen khususnya di Universitas Halu Oleo, untuk dapat meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik,” tutup Zamrun. (B)

Baca:   Putri Cilik Asal Kendari Juarai Pesona Batik Nusantara

Laporan: Al Iksan dan Laode Ahmad Rusidha
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan