Fakta Seputar Sampah di Kota Kendari

  • Bagikan
Kepala DLHK Kota Kendari, Paminuddin. (Foto: Nely/SULTRAKINI.COM)
Kepala DLHK Kota Kendari, Paminuddin. (Foto: Nely/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Semakin tahun produksi sampah di Kota Kendair semakin bertambah. Banyak yang tidak tau penyebab sampah di Kota Kendari. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Paminuddin mengungkapkan ada lima penyebab meningkatnya sampah di Kota Kendari.

Berikut beberapa masalah yang menyebabkan banyaknya sampah di Kota Kendari:

1.Jumlah penduduk meningkat

Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan produksi sampah juga kian meningkat. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, jumlah penduduk di Kota Kendari pada tahun 2010 sebanyak 291.689 jiwa kemudian meningkat pada tahun 2016 menjadi 359.371 jiwa.

Paminuddin menjelaskan, 10 tahun lalu produksi sampah masyarakat kota Kendari setiap harinya adalah 250 ton sedangkan pada 2019, produksi sampah meningkat menjadi 500 ton setiap hari.

2 Menjamurnya usaha kuliner

Usaha kuliner yang kian menjamur di Kota Kendari menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah di Kota Kendari. Tidak sedikit sampah yang dihasilkan dari usaha kuliner seperti bungkusan makanan, kardus kue, sterofoam, wadah minuman, dan pipet.

“Sadar tidak kita itu produksi sampah terbesar itu, dulu kan kurang itu sekarang sudah banyak usaha kuliner, rumah makan,” tutur Paminuddin, Senin (6/5/2019).

3.Bertambahnya Perumahan BTN

Baca:   Kontingen Muna Tiba di Kolaka, Api Obor Porprov dari Pembakaran Nikel

Warga yang tinggal di perumahan BTN cukup memberikan andil besar dalam produksi sampah di Kota Kendari. Sampah yang dihasilkan berupa sampah rumah tangga.

4.Kurangnya armada pengangkut sampah

Saat ini DLHK memiliki 38 unit mobil pengangkut sampah dan itu dinilai masih kurang untuk mengangkut ratusan ton sampah setiap harinya. Selain itu, mobil sampah yang tersedia saat ini merupakan mobil armada lama sejak 10 tahun terakhir. Jadi, sering mengalami kerusakan. Sehingga berakibat pada terlambatnya pengangkutan sampah.

Di tahun 2019 ini pemerintah kota Kendari akan menambah armada mobil pengangkut sampah.

5.Kiriman sampah dari kabupaten lain.

Kiriman sampah dari kabupaten lain yaitu melalui pelabuhan Kota lama, pelabuhan Feri Wawonii.

“Jadi kapal itu sandar dipelabuhan dua kali sehari dua truk juga dibuang sampahnya,” lanjut Paminuddin.

Selain itu melalui darat juga masyarakat yang transit ke kota Kendari turut menyumbang sampah di kota Kendari. Misalkan masyarakat Konawe yang akan ke Konawe Selatan dalam perjalananya di Kendari membuang sisa makanan, tisu, dan kulit permen.

Paminuddin menilai, masyarakat Kota Kendari telah memilki kesadaran dalam membuang sampah. Mereka sudah tidak lagi membuang sampah ke laut atau kali. Dampak positif tersebut rupanya berdampak pada meningkatnya volume sampah di daratan.

Baca:   Sejumlah Dosen Mengabdi di Desa Torokeku Konsel, Atasi Masalah Lingkungan dan Kembangkan Komoditas Unggulan

Solusi penangkutan sampah yang dilakukan oleh DLHK Kendari adalah pengangkutan sampah secara periodik dan rutin. Secara periodik, sampah dibiarkan bertumpuk selama 2-3 jam kemudian baru diangkut. Sedangkan secara rutin, sampah di poros jalan diangkut setiap hari yaitu dua kali sehari. Pukul 05.30 pagi dan 17.00 sore.

Laporan:Nely
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan