SULTRAKINI.COM: MUNA – Festival Liangkobhori Ke-4 di Kabupaten Muna tidak hanya menjadi panggung promosi budaya, tetapi juga dimanfaatkan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara untuk memperkenalkan penggunaan transaksi digital melalui QRIS kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Kegiatan yang berlangsung pada 11 Juli 2026 itu menjadi bagian dari pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026. Festival dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Festival tersebut bertepatan dengan pengakuan dunia terhadap Gua Liangkobhori sebagai situs prasejarah dengan lukisan cadas tertua di dunia yang diperkirakan berusia 67.800 tahun berdasarkan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan telah tercatat dalam Guinness World Records.
Selain menikmati berbagai atraksi budaya, peserta juga diperkenalkan dengan transaksi digital melalui QRIS di kawasan wisata dan sentra UMKM.
“Festival Liangkobhori menjadi momentum yang tepat untuk menghubungkan pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan digitalisasi ekonomi melalui pemanfaatan QRIS,” kata Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi.
Menurut Edwin, pengembangan sektor pariwisata perlu didukung sistem pembayaran yang praktis agar memberi kemudahan bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
“Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati kekayaan budaya Muna, tetapi juga merasakan kemudahan bertransaksi secara digital bersama para pelaku UMKM,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, BI juga memberikan dukungan berupa penyediaan sarana kawasan wisata Gua Liangkobhori, penguatan UMKM binaan, termasuk Tenun Masalili, serta edukasi penggunaan QRIS bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Melalui pendekatan tersebut, Bank Indonesia berharap digitalisasi pembayaran mampu berjalan seiring dengan pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Muna.
Laporan: Riswan








