FHIL UHO Dorong Petoaha Kendari sebagai Kampung Kelor

  • Bagikan
Tim PKM KKN-Tematik UHO yang melakukan penanaman bibit pohon kelor. Foto: IST

SULTRAKINI.COM: Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari didorong untuk menjadi kampung kelor. Setiap rumah warga ditanami dua bibit pohon kelor, sehingga sedikitnya telah ditanam 300 bibit pohon kelor pada Rabu (31 Agustus 2022).

Penanaman itu dilakukan oleh Fakultas kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO yang sekaligus melakukan sosialisasi tentang manfaat daun kelor yang selama ini dikonsumsi sebagai sayur oleh masyarakat.

FHIL UHO melakukan kegiatan tersebut sebagai perwujudan dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN-Tematik) yang bertema “Kampung Kelor sebagai Upaya Konservasi Lahan Terdegradasi Perkotaan dan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat  di Masa New Normal.”

Koordinator dosen pendamping lapangan KKN-Tematik Jurusan Kehutanan Dr. Basrudin, SP. M.Si menjelaskan tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat Kelurahan Petoaha mengenai manfaat kelor dan teknik budidayanya.

Lebih lanjut Basrudin menjelaskan bahwa umumnya masyarakat sudah lama mengenal dan mengkomsumsi kelor sebagai sayuran sehari-hari, namun belum mengetahui manfaat kelor sebagai makanan kesehatan, bahkan masih ada sebagian orang beranggapan kelor sebagai sayuran orang miskin.

Padahal, kata dia, kelor dikenal sebagai tanaman yang kaya nutrisi seperti potasium tiga kali lipat lebih tinggi daripada pisang, kalsium empat kali lipat dari susu, vitamin C tujuh kali lipat dari jeruk, zat besi 25 kali lipat dari bayam dan vitamin A empat kali lipat lebih tinggi dari wortel sehingga WHO menetapkan kelor sebagai pohon ajaib (Miracle Tree).

Baca:   Kebaikan Tanpa Batas

Selain belum mengetahui manfaat dan kandungan nutrisi kelor, masyarakat juga belum mengetahui teknik budidaya kelor yang baik dan benar walaupun sebagian besar masyarakat telah menanam kelor di sekitar rumah mereka.

Dalam sosialisasi ini dijelaskan pula teknik budidaya kelor baik secara generatif dengan biji maupun secara vegetatif dengan stek batang.

Kegiatan ini diharapkan dapat terjadi transfer pengetahuan dan teknologi budidaya kelor sehingga diharapkan pengetahun dan kapasitas masyarakat Kelurahan Petoaha meningtkat sehingga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi dan dapat dijadikan sumber pendapatan alternative bagi masyarakat.

Tim PKM KKN-Tematik UHO yang melakukan penanaman bibit pohon kelor foto bersama masyarakat Petoaha. Foto: IST

Kegiatan sosialisasi dihadiri Camat Nambo, Lurah Petoaha, Ketua LPM, Ketua RT dan RW se Kelurahan Petoaha, masyarakat dan juga dihadiri Dosen Pendamping Lapangan KKN-Tematik Jurusan Kehutanan FHIL UHO antara lain Niken Pujirahayu, P.hD., Dr. Zakiah Uslinawaty, Eka Rahmatiah Tuwu, SP., MP., dan Mariana Zainun, SP. M.Si, serta 18 Mahasiswa dari Jurusan Kehutanan dan Jurusan Ilmu Lingkungan  FHIL serta Jurusan Komunikasi FISIP UHO.

Sosialisasi ini diapresiasi oleh Camat Nambo Dasri dan Lurah Petoaha Muh. Ichsan, SP. Masyarakat juga sangat antusias mengikuti acara ini, terbukti banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Narasumber Dr. Basrudin, SP. M.Si.

Guna mewujudkan Kelurahan Petoaha sebagai Kampung Kelor di Kota Kendari, diakhir acara sosialisasi langsung dilakukan penanaman bibit kelor sebanyak 250 pohon di lahan masyarakat seluas setengah hektar.

Baca:   Brimob Minta Maaf dan Ganti Kerugian Kerusakan Rumah Nenek Yuda Husna

Selain itu, dalam upaya untuk medukung terbentuknya kampung kelor di Kelurahan Petoaha, Camat Nambo dan Lurah Petoaha mencanangkan gerakan satu rumah dua pohon kelor.

Gerakan ini langsung realisasikan oleh mahasiswa KKN-Tematik Jurusan Kehutanan FHIL dengan menanam kelor di rumah warga sebanyak 150 rumah dengan jumlah bibit kelor yang ditanam sebanyak 300 pohon.

Laporan: Shen Keanu (Sumber Press Release)   

  • Bagikan