Film Pendek Asal Sultra Masuk Nominasi Terbaik KFPI 2022

  • Bagikan
Potongan adegan dalam film Doa yang Tersirat.

SULTRAKINI.COM: Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap karya film Doa yang Tersirat karena berhasil masuk enam besar nominasi terbaik Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) 2022.

Dilansir dari Kemenag Sultra, penghargaan berupa piala dan uang tunai Rp 6 juta tersebut diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenag Sultra, Zainal Mustamin beserta jajaran kepada sutradara film Doa yang Tersirat.

Sebelumnya, film karya Luxfira Picture ini terpilih sebagai juara I tingkat provinsi karya film pendek islami dan terpilih mewakili Sultra dalam kompetisi tingkat nasional.

Kakanwil Sultra Zainal mengatakan, masyarakat patut berbangga film yang dibalut dengan kearifan lokal Sultra tersebut dapat diterima masyarakat umum secara nasional dan masuk dalam nominator film terbaik di 2022.

“Kita merespon hal tersebut dengan ikhtiar, cara serta gaya yang kita sebut dengan Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi, dengan spirit 3B (Bersama, Bersatu, Bersaudara) yang tentunya sejalan dengan falsafah dan kearifan lokal di Sultra,” (Rabu, 20 Juli 2022).

Zainal menambahkan, generasi milenial ke depannya bisa menjadi kelompok masyarakat yang produktif.

“Film ini menginspirasi pesan yang disampaikan dengan gaya yang tidak monoton, tidak terlalu akademik, namun menggunakan bahasa dan gaya khas milenial, serta kearifan lokal di daerah khususnya wilayah Sultra. Film Doa yang Tersirat ini sesuai dengan tema besar lomba Ku Syiar Islam dengan Caraku,” lanjutnya.

Baca:   Bulog Sultra: Stok Beras 4.500 ton, Bagaimana Stok Gula, Terigu, Minyak?

Sementara itu, tim pendamping KFPI, Ahmad Syamsuddin mengatakan terkait penilaian didasarkan pada teknik pengambilan gambar, orisinalitas ide atau gagasan, sejauh mana film tersebut mendapat apresiasi publik dan yang paling penting sejauh mana film bisa memberikan efek kepada masyarakat.

“Kita hadirkan juri yang konsen di bidangnya, baik akademis, praktisi bahkan pengamat perfilman. Tahun ini, hadiahnya jika ditotal lebih dari 1 milar,” ucapnya. (C)

Laporan: Feni Sul Fianah
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan