Gedung SMA Bertaraf International Direncanakan Dibangun di Baubau

  • Bagikan
Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BAUBAU – Sebagai upaya penyebaran dan pemerataan pendidikan, Pemerintah Kota Baubau akan segera menentukan lokasi pembangunan gedung SMA bertaraf internasional untuk mulai dibangun pada tahun 2022 ini.

Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengatakan sekolah international yang direncanakan adalah SMAN 7 Baubau yang sudah berjalan satu tahun sejak 2021. Di mana saat ini proses belajarnya masih dilakukan di gedung SMP Negeri 1 Baubau.

Menjadikan SMA 7 sebagai sekolah international kata Monianse, merupakan permintaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam hal ini keinginan Gubernur Sultra, Ali Mazi. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan minat pendaftar di sekolah baru sehingga penyebaran pendidikan dapat terjadi.
 
Lokasi yang ditentukan sebagai tempat pembangunan gedung ada di wilayah Kecamatan Wolio. Lokasi ini dipilih sehingga menjangkau masyarakat dibagian Palatiga sampai daerah Kilo 5 karena kepadatan penduduk yang ada di wilayah Kecamatan Wolio dan sekolah tingkat menengah yang tersedia baru SMA Negeri 1 Baubau.

“Gubernur ingin membuat sebuah warisan pada masa pemerintahannya dengan membangun SMA internasional jadi SMA 7 itu dibawa ke SMA international,” kata Monianse saat ditemui di kantor wali kota, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, dengan dibangunnya sekolah bertaraf internasional itu bisa makin menambah semangat anak-anak atau peserta didik di jenjang SMP untuk melanjutkan pendidikannya.

“Selama inikan aktivitas siswa di SMAN 1 sidahr baik. Nah, dengan status SMA internasional itu diharapkan animo masyarakat masuk di SMA itu bisa makin tinggi,” terangnya.

Baca:   Sembilan Daerah di Sultra Mendapatkan Opini WTP

Monianse mengatakan pemerintah daerah akan mendukung wacana tersebut karena hal ini merupakan bagian dari upaya dalam menjadikan Kota Baubau sebagai sentral pendidikan.

“Kita sedang upayakan ada tanah yang bisa kita bebaskan agar tanah itu bisa membangun sekolah. Kita siapkan tanah tahun ini, tahun ini juga dibangun,” ujarnya.

SMAN 7 Baubau sudah berjalan sejak penerimaan siswa baru tahun lalu dengan menerima 81 siswa yang dibagi menjadi 3 kelas, yaitu jurusan IPA sebanyak 2 kelas, dan IPS sebanyak 1 kelas. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan