Geleri Investasi Fisip UHO Peringkat Pertama Kompetisi GI-A-Thon se-Indonesia

  • Bagikan
Penghargaan GI Fisip UHO. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Galeri Investasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Halu Oleo meraih juara 1 dalam kompetisi GI-A-Thon (Full Peroid) yang diumumkan pada kegiatan PT Bursa Efek Indonesia bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri, Rabu (15 Desember 2021).

Jumlah partisipan dalam kompetisi GI-A-Thon mencapai 177 galeri investasi dari seluruh Indonesia. Hal ini sangat membanggakan karena galeri investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara dapat bersaing dengan galeri investasi dari kota-kota lain.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Sultra, Ricky, mengatakan terdapat lima poin penilaian dalam kompetisi tersebut, yaitu keaktifan dalam melakukan kegiatan edukasi pasar modal, penambahan investor baru, aktivitas transaksi, aktivasi AKSes KSEI, dan optimalisasi regional development information system selama periode kompetisi.

“Catatan kami selama periode kompetisi April-November 2021 terdapat penambahan 511 investor baru dari galeri investasi Fisip UHO. Kami juga harapkan galeri investasi lainnya di Sultra dapat berprestasi di tingkat nasional,” ucapnya.

Berkat juara tersebut galeri investasi Fisip UHO mendapatkan hadiah dana pengembangan galeri investasi langsung dari BEI Pusat.

Ricky menyebutkan, GI-A-Thon merupakan sebuah tantangan bagi seluruh GI BEI di Indonesia untuk meningkatkan aktivitas kegiatan edukasi, meningkatkan pertumbuhan investor baru, dan meningkatkan aktivitas transaksi investor GI BEI.

Kemudian, meningkatkan kesadaran mengenai Acuan Kepemilikian Sekuritas (AKSes), dan pengoptimalan Regional Development Information System (RDIS) sebagai sistem pengelolaan kegiatan komunikasi berbasis web dengan AB bersama BEI-monitoring-serta pelaporan.

Baca:   Harga Sejumlah Komoditas Merangkak Naik, Gula Perkilo Menuju Rp 20 Ribu

Berdasarkan data BEI dari Januari-November 2021, dari sisi edukasi terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang.

“Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumah peserta lebih dari 950 ribu orang,” jelas Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi.

Data KSEI per 10 Desember 2021 mencatat sepanjang 2021 jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 7.279.980 single investor identification atau tumbuh 87,59 persen dibandingkan pencapaian di akhir 2020 sebesar 3.880.753 SID.

“Sedangkan jumlah investor saham mencapai 3.375.221 SID atau naik 99,09 persen dari jumlah 1.695.268 SID pada akhir tahun lalu,” tambahnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan