Giat Ekonomi Desa Harus Berjalan di Masa Pendemi Covid-19, Mahasiswa Perkenalkan Demplot Tanaman Hijau

  • Bagikan
Aktivitas mahasiswa dan masyarakat Desa Sindangkasing dalam pembuatan demplot tanaman hijau. Foto: IST
Aktivitas mahasiswa dan masyarakat Desa Sindangkasing dalam pembuatan demplot tanaman hijau. Foto: IST

Masa pandemic Covid-19 mengharuskan petani dapat memaksimalkan segala potensi yang ada di sekeliling mereka. Termasuk pekarangan dapat dibuat produktif. Untuk itulah mahasiswa peserta KKN Tematik Universitas Halu Oleo mengajarkan mereka keterampilan melalui demplot tanaman hijau untuk pakan ternak. Mempunyai nilai ekonomis.

SULTRAKINI.COM: Sedikitnya lima peternak di Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan dilatih membuat demplot tanaman hijauan guna meningkatkan pendapatan mereka di musim pandemic Covid-19.

Pelatihan diberikan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo, yang dibimbing oleh tim dosen lapangan terdiri Dr. Ir. Ali Bain, M.Si (Dekan Fakultas Perikanan), Prof. Dr. Ir. La Ode Nafiu, M.Si, Dr. Nursanti Asminaya, S.Pt., M.Si, Widhi Kurniaawan S.Pt., M.Si, Hamdan  Has S.Pt., M.Si, dan Asma Bio Kimestri, S.Pt., M.Sc.

Sebanyak 15 mahasiswa KKN Tematik terlibat dalam kegiatan ini, diantaranya Trisna Wijaya, Arya Adit Pratama, dan Imelda Rhini Destianingsih.

Pelatihan dilakukan secara offline sejak 25 Agustus 2021 dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, berlangsung di posko KKN Tematik bertempat belakang Bumdes Dusun satu.

Kegiatan pembuatan demplot bibit hijauan dimulai dari persiapan lahan yang akan digunakan. Lahan yang akan di tanami  bibit terlebih dahulu di bersihkan gulma-gulma serta tumbuhan dan rumput-rumput liar. Setelah bersih, lahan dibedeng  dengan melibatkan masyarakat dalam prosesnya, Waktu digunakan selama tiga hari dalam persiapan lahan.

Baca:   Didukung Tiga Parpol, Rusmin Optimis Tumbangkan Petahana di Pilkada Konsel

Demplot atau demonstration plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani maupun peternak, dengan cara membuat lahan percontohan agar petani dan peternak bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang di demonstrasikan.

ibu alimazi

Kegiatan demplot ini dilaksanakan untuk memberikan contoh nyata tentang proses penanaman bibit hijauan makanan ternak dari mulai bibit hingga panen sehingga petani maupun peternak bisa melihat dan mau mengikuti penanaman bibit hijauan makanan ternak di sekitaran pekarangan rumah atau lahan yang kosong dan bagi peternak bisa tanam di sekitaran kandang yang memiliki lahan  kosong.

Demplot tanaman hijauan dilakukan pada lahan pekarangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sindangkasih seluas 7 m x 10 m. Bibit Hijauan pakan ternak yang digunakan adalah rumput odot.

Pelaksana kegiatan program kerja KKN Tematik, Arya menjelaskan ada dua metode penanaman rumput odot yaitu stek dan pols. Penanaman dengan metode stek merupakan cara penanaman yang menggunakan batang tua dan sehat serta minimal terdapat 2 ruas calon bibit. Sedangkan metode dengan cara pols merupakan metode penanaman yang diperoleh dari pecahan rumput yang masih mengandung banyak akar serta calon anakan baru.

Keuntungan dari metode penanaman dengan pols yaitu bibit yang akan di tanam akan  lebih cepat tumbuh daripada metode penanaman yang berasal dari stek.

Baca:   Masa Pandemi, Penjualan Electronic City Meningkat Enam Kali Lipat

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat setempat diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya dengan memaksimalkan pekarangan yang selama ini terlantar. Dengan demikian maka giat ekonomi di pedesaan tetap berjalan, kendati dalam suasana pandemic Covid-19.

Desa Sindangkasih merupakan daerah transmigrasi asal beberapa kabupaten di Jawa Barat, seperti Ciamis, Garut, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, dan Bandung, sejak tahun 1968. Saat itu mereka diberikan tanah dari pemerintah daerah melalui Dinas
Transmigasi.

Hingga kini mereka hidup rukun dengan tetap menjadi petani, walau pun dinatarnya juga sudah banyak yang berprofesi lain, seperti ASN.

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan