Gubernur Sultra Minta Pesantren Dukung Program Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan
Gubernur Sultra Ali Mazi pada peringatan Hari Pesantren di Kendari, Jumat (22 Oktober 2021). Foto: IST
Gubernur Sultra Ali Mazi pada peringatan Hari Pesantren di Kendari, Jumat (22 Oktober 2021). Foto: IST

Provinsi Sulawesi Tenggara mengejar target vaksin. Pesentren diminta mendukung. Dinkes melakukan strategi dari pintu ke pintu, sejalan dengan strategi yang disarankan oleh pemerintah pusat yag dikoordinasikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

SULTRAKINI.COM: Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi meminta kepada seluruh pesantren yang ada di wilayah Sultra mendukung percepatan vaksinasi Covid-19, terutama bagi kalangan santri dalam meningkatkan kekebalan tubuh di lingkungan pondok pesantren itu sendiri.

Hal itu diungkapkan Ali Mazi saat memimpin upacara peringatan hari santri tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipusatkan di Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat (22 Oktober 2021).

“Kita membangun kesadaran anak-anak kita, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan sampai tingkat mahasiswa. Agar mereka meningkatkan diri untuk melakukan vaksinasi di seluruh Sultra,” kata Ali Mazi.

Demikian pula dengan masyarakat umum, gubernur berharap dapat membangun kesadaran untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

“Bagi masyarakat yang belum melakukan vaksin, untuk segera mendaftarkan diri di puskesmas atau di tempat gerai vaksin lainnya. Sehingga pandemi Covid-19 segera menghilang. Kewajiban dari Pemprov yaitu melakukan edukasi,’’ katanya.

Sejauh ini capaian vaksinasi Covid-19 di Sultra baru sebanyak 32,53 persen dosis pertama dan 18,79% untuk dosis kedua.  Masih jauh dari standar pemerintah pusat yang menargetkan vaksinasi di Provinsi Sultra sebanyak 2.002.579 orang.

Baca:   Pilkada Besok, Lembaga Keumatan Kristian Sultra Ajak Masyarakat Ciptakan Demokrasi Elektoral

Kepala Dinkes Sultra, Usnia berjanji untuk memenuhi target itu dengan cara menggandeng TNI dan Polri dlam menjalankan program vaksinasi. Termasuk menerapkan sistem jemput bola yang dilakukan dari rumah ke rumah.

Strategi jemput bola, mendatangi dari rumah ke rumah juga diserukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate yang mengatakan bahwa pemerintah menempuh berbagai strategi untuk memperluas cakupan vaksinasi dan melindungi masyarakat. Salah satunya adalah melalui vaksinasi dari pintu ke pintu yang dikoordinasikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

“Vaksinasi dari pintu ke pintu yang ditinjau Presiden Joko Widodo di di Kelurahan Karang Rejo, Tarakan, Selasa (19/10/2021) lalu, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk merealisasikan target vaksinasi agar kita semua bisa segera mencapai kekebalan komunal,” ujarnya, Kamis (21 Oktober 2021).

Menkominfo Johnny menilai, vaksinasi dari pintu ke pintu efektif untuk menjangkau daerah dengan partisipasi vaksin yang rendah atau masyarakat yang tinggal di wilayah pemukiman padat penduduk. Bahkan, hal ini juga dinilai sangat membantu pemerintah menjangkau masyarakat di daerah-daerah pelosok. Pelayanan ini diharapkan memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin yang secepat-cepatnya, memberikan perlindungan dan terproteksi dari penyebaran COVID-19.

“Melalui vaksinasi dari pintu ke pintu, maka petugas vaksin dan vaksinator yang akan datang ke rumah-rumah warga,” katanya.

Baca:   Pengumuman Integrasi Nilai SKD dan SKB Kabupaten Muna

Pemerintah, lanjutnya, akan bekerja terus meningkatkan kerja keras dalam upaya mencapai 70 persen sasaran vaksinasi pada akhir tahun ini. Untuk itu, Menkominfo Johnny mengajak semua orang untuk bahu membahu mencapai target tersebut.

Menkominfo menegaskan bahwa pemerintah juga telah memastikan semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman dan berkhasiat sejalan dengan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

“Presiden Jokowi menekankan pada akhir tahun 2021 pemerintah menargetkan sebanyak 70 persen masyarakat telah divaksin,” ujarnya.

Per 20 Oktober, pukul 12.00 WIB, capaian vaksinasi dosis ke-1 di Indonesia tercatat telah mencapai 109,79 juta masyarakat. Dari jumlah tersebut, 64,62 masyarakat telah mendapatkan vaksinasi dosis  ke-1. Di sisi lain, vaksinasi dosis ke-3 khusus untuk tenaga kesehatan tercatat telah menjangkau 1,08 juta orang.

Menkominfo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi masyarakat yang telah memiliki kesadaran tinggi untuk melakukan vaksinasi. Begitu juga dengan masyarakat yang mau mengajak keluarga, saudara, dan orang lingkungan sekitar untuk vaksinasi.

“Vaksinasi menjadi kunci penting pengendalian COVID-19 di Indonesia serta menjadi modal penting untuk kita agar bisa hidup sehat berdampingan dengan COVID-19. Namun, untuk memastikan vaksinasi memberi dampak maksimal, pemerintah meminta masyarakat tidak lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sekalipun sudah mendapatkan vaksinasi,” ujarnya dalam rilis yang diterima SultraKini.com.

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan