Guru dan Siswa SMAN 2 Siotapina Tolak Kepala Sekolah Baru

  • Bagikan
Siswa SMAN 2 Siotapina saat beraksi menolak pergantian kepala sekolah dari Wa Rina digantikan Hulman. (Foto: La Ode Ali/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Seluruh guru dan siswa SMAN 2 Siotapina, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton menolak pergantian kepala sekolah mereka oleh Wa Rina AMd. Penolakan itu dilakukan dalam bentuk petisi dan surat pernyataan lisan yang dibuat guru dan siswa, Selasa (13/6/2017).

Pantauan SultraKini.Com aksi penolakan berlangsung di halaman sekolah SMAN 2 Siotapina sekitar pukul 09.30 Wita. Mereka memegang spanduk dan petisi bertuliskan penolakan pergantian kepala sekolah. Aksi juga diwarnai dengan bakar ban. Pegawas yang hendak mengantarkan Hulman selaku kepala sekolah baru di SMAN 2 Siotapina terpaksa tertunda. Meski aksi telah menggagalkan Hulman masuk ke lingkungan sekolah. Aksi tetap berlangsung hingga kini.

Salah seorang guru SMAN 2 Siotapina, Iswanto SPd., MPd menganggap pergantian kasek tersebut diduga tidak sesuai dengan prosedur. Menurut dia, pergantian seharusnya terlebih dahulu disampaikan kepada yang bersangkutan dengan melihat kinerja dan prestasi yang telah dilakukan Wa Rina selama menjabat di sekolah itu.

“Seharusnya pimpinan diatas harus melihat kinerja dan prestasi yang telah dilakukan oleh Ibu Rina, jangan tiba-tiba seperti ini, apalagi alasannya hanya karena faktor pendidikan,” katanya saat ditemui di SMAN 2 Siotapina.

Penolakan juga disampaikan Muhammad Priosantoso, guru lainnya SMAN 2 Siotapina. Ia menilai kinerja Wa Rina sangat berkontribusi bagi sekolah. Disisi lain juga salah satu pendiri sekolah tersebut. Pergantian boleh terjadi, namun memilih dari para pendiri sekolah lainnya.

Baca:   Calon Pasangan Independen Wajib Lampirkan Dokumen Kependudukan

“Kami menolak keras kalau harus diganti. Dan kalau memang mau diganti, lebih baik Pak Yasin yang merupakan pendiri sekolah kami ini,” ucap Priosantoso.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 2 Siotapina, Wa Rina merasa bingung dengan adanya pergantian itu. Pasalnya tanggal 6 Juni 2017 masih diberi nota tugas oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengikuti Bimbingan teknis bantuan pemerintah di Kota Bekasi pada 8-10 Juni 2017. Sedangkan surat keputusan (SK) pengangkatan kasek yang baru, yaitu Hulman keluar tanggal 17 Mei 2017.

“Sesuai pernyataan bapak gubernur Sultra pada kegiatan penyerahan pegawai guru SMA dan SMK se-Sultra tanggal 8 Februari 2017 di salah satu hotel di Kendari menyatakan, semua kasek SMA/SMK tetap dikukuhkan dan ditetapkan sebagai kasek dan dinilai kinerjanya setahun kemudian. Inikan belum cukup satu tahun, kok sudah ada pergantian,” jelas Rina.

Sementara itu, Pengawas SMA/SMK se-Kabupaten Buton, Lambogo mengatakan pergantian jabatan atau kepala sekolah merupakan hal biasa dan itu sudah sesuai dengan prosedur, terutama syarat menjadi guru atau kasek minimal sarjana atau S1 yang diatur dalam Undang-undang sistem pendidikan tahun 2003. Sehubungan pergantian Wa Rina, dirinya tidak ikut campur sebab masuk kewenangan Pemprov.

Baca:   Konsel Keciprak 10 Ribu Bibit Ayam Petelur dari Mentan

“Bukan kewenangan saya, tapi dulu itukan masih otonomi kabupaten, sekarang sudah provinsi,” terang Lambogo.

SMAN 2 Siotapina diprakarsai oleh Wa Rina dan Yasin yang berstatus swasta. Tahun 2014 baru dinegerikan dan 2016 mendapat akreditasi B dengan jumlah siswa saat ini sebanyak 218 dan 25 tenaga pendidik dan kependidikan.

Laporan: La Ode Ali

  • Bagikan