Hadapi MEA, Ciri Khas Budaya Lokal Sumber Kekuatan

  • Bagikan
Rektor UHO, Prof. Usman Rianse saat menyampaikan materi tentang strategi menghadapi era MEA. (Foto: Sarini Ido/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ragam budaya Indonesia bisa menjadi alternatif kekuatan dalam persaingan internasional.Rektor Universitas Halu Oleo, Usman Rianse menilai, kearifan lokal, seni, kuliner, permainan interaktif, fashion, kerajinan, dan arsitektur menjadi sumber kekuatan di era MEA. Sebab hal tersebut bagian dari daya tarik masyarakat internasional yang kurang dikembangkan dalam konteks ekonomi.”Indonesia kuat karena keragamannya, kultural harusnya jangan dihilangkan ciri khasnya. Ditambah kreatif dan modifikasi,” katanya, dalam materi seminar Pendidikan Vokasi Indonesia di Gedung Auditorium Mokodompit UHO, Selasa (8/3/2016).Kebijakan yang tertuang pada Asean Mutual Recognition Arrangement (MRA) terkait delapan profesi yang terkena pasar bebas, program vokasi seharusnya berkontribusi sebagai bagian dari SDM. Dengan peningkatkan keterampilan, kecerdasan dan kompetitif.”Penting sekali kompetitif. Tapi bukan hanya menghasilkan, tapi bisa dipasarkan,” tambahnya.Strategi lainnya di era MEA yang diungkap pada seminar mengangkat tema inovasi teknologi dan pembangunan SDM berdaya saing ini, adalah perbaikan dan pengembangan infrastruktur untuk penguatan daya saing ekonomi. Selain itu, pengembangan ekonomi kreatif mampu merespon pasar bebas Asean.(C)Editor: Gugus Suryaman

loker marketing sultrakini
Baca:   Tim Percepatan Homestay Manfaatkan Keberagaman Adat dan Budaya
  • Bagikan