Hadiri Diskusi KMB Jejaring Kepala Daerah Pesisir, Pemkab Buton Dukung Pengelolaan Pesisir Berkelanjutan 

  • Bagikan
Kepala Bappenda Buton bersama Kadis Perikanan saat mengikuti Diskusi KMB Jejaring Kepala Daerah Pesisir II yang diselenggarakan oleh Rare, (Foto: Diskominfo Buton)
Kepala Bappenda Buton bersama Kadis Perikanan saat mengikuti Diskusi KMB Jejaring Kepala Daerah Pesisir II yang diselenggarakan oleh Rare, (Foto: Diskominfo Buton)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Upaya mendukung proses pengelolaan sumber daya alam (SDA) pengelolaan laut yang berkelanjutan, Pemerintah Daerah Kabupaten Buton menegaskan dalam Diskusi Konferensi Meja Bundar Jejaring Kepala Daerah Pesisir II yang diselenggarakan oleh Rare pada Selasa malam (6 April 2021), bahwa Pemkab mendukung penuh dengan tetap bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bappeda, Ahmad Mulia saat mengikuti Diskusi Meja Bundar Jejaring Kepala Daerah Pesisir II yang diselenggarakan oleh Rare,

“Peran dan kewenangan pengelolaan wilayah pesisir telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” tegas  Ahmad Mulia, Kepala Bappenda Buton, saat hadir dalam forum Diskusi KMB Jejaring Kepala Daerah Pesisir yang digelar secara virtual itu.

Mulia mengatakan ada beberapa masukan yang disampaikan pada diskusi tersebut yaitu dalam rangka mendorong perilaku nelayan sehingga dapat lebih bertanggung jawab. Sehingga menurutnya, perlu ada kegiatan masyarakat atau kampanye pengelolaan sumber daya alam. 

Mulia menyampaikan, sejalan dengan visi misi Bupati Buton, Pemkab Buton mendukung penuh pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dengan tetap mempertimbangkan keberlanjutannya dimasa yang akan datang. 

“Dimana nelayan telah bekerja cukup lama hingga saat ini. Kebiasaan mengelola sumber daya alam perikanan/kelautan sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya. 

Ditambahkan Mulia, dalam rangka mendukung daerah perlindungan laut juga diperlukan upaya mengakui inisiatif lokal yang merupakan kekuatan suatu daerah/wilayah.

Baca:   Lewat TMMD, Warga Aere di Koltim Ditekankan Usia Calon Pengantin Harus 19 Tahun, Intip Syarat lainnya

Dalam forum diskusi KMB tersebut, Kepala Bappeda hadir didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rasmin Rahman. Turut hadir Kepala Daerah Pesisir yang juga mewakili Indonesia yaitu Bupati Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, Royke Roring.

Diskusi meja bundar yang dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh 12 kepala daerah atau yang mewakili dari 5 Negara yang menjadi mitra kerja Rare yaitu Honduras, Indonesia, Mozambik, Brazil dan Filipina. 

Managing Director Fish Forever-Rare, Steve Box, menyampaikan apresiasinya atas komitmen para bupati/wali kota dalam memajukan sektor perikanan skala kecil yang berkelanjutan melalui partisipasi pada diskusi meja bundar kedua dalam rangka persiapan peluncuran Jejaring Global Para Kepala Daerah Pesisir. 

Kata dia, tujuan utama diskusi meja bundar yaitu untuk pemberian informasi terkini tentang langkah-langkah tindak lanjut dalam rangka mempersiapkan pembentukan jejaring global kepala daerah pesisir, penyelarasan panduan aksi kepala daerah sebagai bagian jejaring global kepala daerah pesisir.

“Dan persiapan perencaan peluncuran  jejaring global kepala daerah pesisir pada bulan Juni 2021,” urainya. (C)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan