Hari Pangan Sedunia di Mubar, Buruh Tani Berharap Semakin Sejahtera

  • Bagikan
Buruh tani di Kabupaten Mubar, Sohrai maupun Made Supa. (Foto: Hasan Jufri/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Sohrai harus menjadi buruh tani. Meski melelahkan, aktivitas ini untuk menghidupi 12 orang anaknya.

Sohrai merupakan warga Desa Sidomakmur, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara. Sehari-hari, wanita paruh baya ini menjadi buruh tani di lahan orang.

Lumayan, sepuluh kilogram beras bisa didapatkannya setiap hari untuk mencukupi kebutuhan hidupnya itu. Sebab, dirinya tidak memiliki lahan sendiri untuk bercocok tanam.

Jika panen datang, ia ikut kebagian beras sejumlah satu kuintal.

“Pekerjaan hari-hari, dalam satu hari dapat 10 kilogram beras. Tidak punya lahan, jadi hari-hari terpaksa jadi buruh tani,” ujarnya, Senin (25/10/2021).

Seperti Sohrani, nasib buruh tani juga dialami Made Supa. Juga warga Desa Sidomakmur. Rasa panas yang membakar kulitnya di tengah terik matahari sudah bisa dirasakan setiap hari. Tidak ada pilihan bagi Made selain aktivitas itu di desanya.

“Untuk menghidupi keluarga, hasilnya hanya untuk dimakan saja,” jelasnya.

Sohrai maupun Made Supa merupakan suara masyarakat mewakili buruh tani lainnya yang bernasib sama seperti mereka.

Di Hari Pangan Sedunia 2021 yang dirayakan Pemerintah Kabupaten Mubar, Senin (25/10/2021) ini, mereka berharap ada harapan baru untuk kesejahteraan para buruh tani di wilayah setempat.

Baca:   Pemda Butur Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata Budaya

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Mubar, Nestor Jono, sejauh ini pihaknya memberikan bantuan Al Sitan bagi kelompok petani agar lebih sejahtera. Termasuk memfasilitasi petani memasarkan hasil panennya ke pihak perusahaan.

“Kelompok tani kita selalu bantu pengadaan alat pertanian, baik itu traktor, hand traktor, pupuk maupun bibit. Muna barat adalah daerah potensi hasil pertanian. Kita terus berupaya menghadirkan investor untuk berinvestasi,” ucapnya.

Bantuan-bantuan itu diharapkannya bisa membantu masyarakat untuk tidak ragu bercocok tanam, atau bisa memanfaatkan lahan kosong dengan baik.

Bahkan Nestor meminta kelompok tani aktif melaporkan kebutuhan bertaninya sehingga ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian dan Pangan Mubar.

“Jangan ragu bertani. Jika ada kebutuhan petani segera laporkan agar kami tindaklanjuti,” tambahnya. (C)

Laporan: Hasan Jufri
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan