Hasil Tenun Pewarna Alam Khas Buton ada Dipameran HUT Sultra ke 58 di Kotamara

  • Bagikan
Sarung Tenun dari Desa Wabula menggunakan pewarna alam. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Sarung Tenun dari Desa Wabula menggunakan pewarna alam. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: BUTON – Dalam rangkaian HUT Sultra ke-58 Pemerintah Kabupaten Buton memajang Sarung Tenun Pewarna sebagai salah satu produk unggulan yang merupakan hasil kerajinan tangan masyarakat Desa Wabula Satu, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton.

Ketua Kelompok Pengrajin Tenun Abantara Mandiri, Maryam, mengatakan bukan hanya hasil tenun benang sintesis, pihaknya juga memproduksi tenun pewarna alam yang diambil dari bahan-bahan alam seperti akar, batang, dan kulit beberapa jenis tumbuan yang ada di Desa Wabula.

Bagian dari tumbuhan tersebut direbus dengan air kemudian dicampurkan dengan tunjung, kapur, atau tawas sesuai warna apa yang dibutuhkan.

“Akar batang Mahoni dicampur dengan tawas maka akan menghasilkan warna coklat muda, tapi kalau mahoni dicampur dengan penguncian (dicampurkan dengan)  tunjung warnanya jadi coklat tua, akar pohon mengkudu kalau dicampur dengan kapur hasilnya pink tua tapi kalau pakai tawas dia jadi turun warnanya jadi pink muda,” kata Maryam ditemui di stan Pemerintah Kabupaten Buton, Rabu (25 Mei 2022).

Maryam mengatakan pihaknya dapat membuat semua warna dari hasil tumbuh-tumbuhan yang ada dengan melakukan beberapa tahap mulai dari merebus bahan, merendam benang, sampai dengan menjemur benang.

“Adapun motif yang dipajang pada stan Pemda Buton diantaranya motif kakambero, motif bori popajere, dan motif lokal lainnya. Sementara motif tenun modern yaitu motif untuk tenun pewarna alam yaitu motif ikat ganda,” terang wanita 35 tahun itu.

Maryam menguraikan, kurang lebih 250 masyarakat Wabula aktif terlibat dalam proses menenun yang terbagi dalam 7 kelompok, dalam satu kampung bisa menghasilkan sedikitnya 40-50 tenunan setiap bulan. 

Baca:   Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 26 September

“Karyawan saya yang biasa menenun ada 30, khsusus hanya fokus dipewarnaan alam ada 30 orang,” bebernya.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Sekretariat Pemda Buton, Abdul Rais, mengatakan pada HUT Sultra kali ini stan Pemda Buton selain menampilkan kain tenun dari Wabula pihaknya juga memamerkan produk unggulan utama lainnya, seperti contoh aspal Buton dari PT Wika, potensi pertanian perikanan pariwisata, produk olahan daripada produksi perikanan dan pertanian, dan beberapa produk yang dihasilkan dari industri kecil lainya seperti industri kerajinan anyaman rotan. 

“Melalui stan ini diharapkan potensi produk unggulan kabupaten Buton itu diketahui oleh masyarakat luas bukan hanya di Baubau tetapi juga di seluruh Sulawesi tenggara,” ujarnya. (B)


Laporan: Aisyah Welina
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan