Hilal Awal Syawal 1447 H Tidak Terlihat di Kolaka

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Tim rukyatul hilal dari Kementerian Agama Republik Indonesia wilayah Sulawesi Tenggara melaporkan bahwa hilal awal Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat dalam pengamatan yang dilakukan di Pantai Bahari, Kabupaten Kolaka, Kamis (19/3/2026).

Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sultra, H. Jumaing. Pengamatan hilal dilakukan di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada, dengan kondisi cuaca di sekitar ufuk dilaporkan berawan sebagian.

Berdasarkan data hasil rukyat, posisi tinggi hilal tercatat minus 1,650 derajat dengan elongasi 4,47 derajat dan fraksi iluminasi bulan sebesar 0,17 persen. Sementara itu, umur bulan tercatat minus 8 jam 41 menit 46 detik.

Secara astronomis, bulan berada di bawah matahari dengan posisi di sebelah utara, sehingga tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal. Waktu terbenam matahari tercatat pada pukul 18.05 WITA, sedangkan bulan terbenam pada pukul 18.14 WITA dengan selisih waktu (lag) sekitar 8,90 menit.

“Berdasarkan hasil pengamatan, hilal tidak terlihat,” demikian tertulis dalam laporan resmi yang juga disaksikan oleh hakim dari Pengadilan Agama Kolaka.

Kegiatan rukyatul hilal ini merupakan bagian dari penentuan awal bulan Syawal yang nantinya akan diputuskan secara nasional melalui sidang isbat oleh pemerintah.

Laporan: Riswan