Hugua Tegaskan Jangan Percaya “Black Campaign” Tereliminasi

  • Bagikan
Cawagub Nomor Urut 2, Ir. Hugua

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Panasnya suhu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara periode 2018-2023 tak jua surut. Semakin diperparah dengan penyebaran kampanye hitam (black campaign) terhadap masing-masing kandidat. Salah satunya menerpa pasangan calon nomor urut 2, Asrun-Hugua, yang diisukan telah tereliminasi dari panggung Pilgub.

isu ini berdampak pada psikologis para relawan dan simpatisan di beberapa daerah. Oknum tak bertanggungjawab menyebarkan isu itu sebagai serangan terhadap kokohnya soliditas relawan Asrun-Hugua. Sehingga hal ini membuat Calon Wakil Gubernur Hugua angkat bicara.

Dia menegaskan, relawan dan simpatisan jangan pecaya isu itu. Sebab oknum yang menyebarkan isu tersebut takut terhadap kemenangan Paslon nomor urut 2, yang tak terbendung. Adanya turbulensi kasus hukum beberapa waktu lalu, dimanfaatkan lawan untuk mencoba menyerang dengan cara melemahkan psikologis relawan.

“Tim relawan Asrun dan Hugua mendapatkan laporan, adanya oknum tak bertanggungjawab berkampanye bahwa paslon nomor urut 2 sudah tereliminasi. Sudah dicoret pasca adanya turbulensi beberapa bulan lalu. Jangan percaya isu tersebut, Paslon Asrun dan Hugua tetap maju dan kami yakin menang,” tegas Hugua.

Paslon Asrun dan Hugua diakui secara hukum dan ditetapkan secara sah oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Surat Keputusan Nomor 14/PL.03.3-Kpt/74/Prov/II/2018 tanggal 12 Februari 2018.

ibu alimazi

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sultra juga telah melakukan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara tahun 2018 pada 13 Februari 2018.

Baca:   Hugua Terpilih, Produksi Pertanian Sultra Bisa Meningkat 7 Ton per Hektar

“Pasangan calon Asrun dan Hugua ditetapkan oleh KPU. Nomor urut 2. Jadi, sah secara hukum. Jangan percaya kalau ada yang mengatakan kami tereliminasi. Itu hoax. Jangan rusak kehidupan berdemokrasi, dengan menyebarkan berita-berita hoax,” jelas Hugua.

Paslon nomor urut 2, Asrun dan Hugua yang dikenal dengan akronim BERKAH (Bersama Kita Asrun dan Hugua), maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sultra diusung Partai Hanura, Partai Gerindra, PKS, PDIP dan PAN. Total jumlah kursi dewan yang mendukung sebanyak total 26 dari 45 kursi di DPRD Provinsi Sultra.

Turbulensi kasus hukum yang lalu, kata Hugua, hanya berdampak sesaat. Kini semangat para relawan dan simpatisan memenangkan Paslon nomor urut 2 sudah bangkit. Hasil survei yang lalu pun kini tak lagi berlaku. Jika saat ini dilakukan survei kembali, Asrun-Hugua, sudah kembali pada posisi teratas.

Editor: Gugus Suryaman

  • Bagikan