Hujan Disertai Angin Kencang Robohkan Rumah dan Pohon di Konawe

  • Bagikan
Rumah roboh akibat angin kencang di Kecamatan Bondoala. (Foto: Ist) 
Rumah roboh akibat angin kencang di Kecamatan Bondoala. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Kamis (23/12/2021) sekira pukul 14.00 WITA meluluhlantakkan permukiman warga serta pohon di Kecamatan Bondola, Kapiola, dan Kecamatan Puriala.

Nahasnya, tiga unit rumah milik warga di Kecamatan Bondoala pun roboh akibat angin puyuh itu.

Ketiga unit rumah yang roboh yaitu pertama miliki Riamu (62) seorang janda dan Ibu Rumah tangga warga Kelurahan Laosu. Kerugian material ditaksir sekitar Rp10 juta. Kedua, rumah milik Muh. Randa (27) warga Kelurahan Laosu. Celakanya, bukan hanya rumah akibat bencana angin kencang tersebut usaha Warkop dan pencucian mobilnya juga ikut ambruk, jumlah kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.

Selanjutnya rumah milik Amrain (43), seorang PNS di Desa Pereoa, harus merelakan kios sembakonya ambruk akibat angin kencang, jumlah kerugian sekitar 30 juta.

Kabag Ops Polres Konawe, AKP Bayu Laras Tutuka SIK menjelaskan, musibah angin kencang itu mengakibatkan robohnya tiga unit rumah milik warga yang berada di wilayah hukum Polsek Bondoala.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir bisa puluhan juta,” ungkap AKP Bayu.

Pasca kejadian tersebut, Kapolres Konawe AKBP Wasis Santoso, S.I.K., bersama Kasat Intelkam Iptu Abdul Rakhman, S.Si., Kapolsek Bondoala dan PNPP Polsek Bondoala mendatangi tempat kejadian melakukan pendataan terhadap korban material serta berkordinasi dengan pihak terkait.

Baca:   Konawe Target Jadi Lumbung Padi Nasional

Ditempat berbeda, akibat hujan lebat dan angin kencang juga mengakibatkan satu pohon Jati tumbang dan menimpa rumah warga milik Nurdin di Desa Puusangi Kecamatan Puriala, Konawe.

Pohon tumbang tersebut mengenai rumah bagian dapur korban sehingga tembok, atap rumah, serta perabotan dapur menjadi rusak. Nominal kerugian ditaksir sekitar Rp10 juta rupiah. (C)

Laporan: Andi Nur Aris.S
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan