Impor Sultra Februari 2021 Menurun 62,95 Persen 

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti (Foto: Potongan vidio rilis BPS Sultra 1April 2021)
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti (Foto: Potongan vidio rilis BPS Sultra 1April 2021)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, menyampaikan nilai impor Sultra pada Februari 2021 tercatat US$71,00 juta atau mengalami penurunan sebesar 62,95 persen dibanding impor Januari 2021 yang tercatat US$191,61 juta.

Sedangkan, volume impor pada Februari 2021 tercatat 218,35 ribu ton atau turun 58,16 persen dibanding impor Januari 2021 yang tercatat 521,83 ribu ton.

“Selama periode Januari 2019 – Februari 2021, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2020 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta,” ujar Agnes, Kamis (1/4/2021).

Selanjutnya, volume impor tertinggi tercatat pada November 2020 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

Ia megatakan impor Sultra Februari 2021 didominasi oleh kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nilai US$29,85 juta (42,04 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Mesin-mesin/Pesawat Mekanik dengan nlai US$10,56 juta (14,87 persen).

“Untuk penurunan terbesar impor Sultra Februari 2021 dibanding Januari 2021 terjadi pada kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral senilai US$31,11 juta (51,03 persen),” katanya.

Sementara untuk impor Sultra Februari 2021 mengalami penurunan sebesar 62,95 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh penurunan impor terbesar dari Negara Afrika Selatan senilai US$60,13 juta (100,00 persen).

Baca:   Kotaku Sultra Gelar Workshop Sosialisasi Kota Tanpa Kumuh

Kemudian, dari sisi peranan terhadap total impor Januari-Februari 2021, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$107,64 juta (40,99 persen), diikuti Afrika Selatan dengan nilai US$60,13 juta (22,90 persen), dan Malaysia dengan nilai impor US$28,77 juta (10,96 persen). 

“Jadi peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 74,84 persen dari total impor Sultra pada Januari-Februari 2021,” ujarnya.

Menurut golongan penggunaan barang, selama Februari 2021 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 85,82 persen dengan nilai US$60,94 juta.

“Selama Januari-Februari 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar US$0,29 juta (53,71 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 45,58 persen atau senilai US$76,76 juta dan barang modal turun 75,26 persen atau senilai US$52,31 juta,” pungkasnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan