Impor Sultra Kembali Turun di Desember 2018

  • Bagikan
Konferensi pers BPS Sultra. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)
Konferensi pers BPS Sultra. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat impor Sultra US$80,99 juta pada Desember 2018 atau mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan November 2018.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Edy Mahmud, mengatakan dilihat dari volume impor Desember 2018 tercatat 115,79 ribu ton atau mengalami kenaikkan 68,94 persen dibanding impor November 2018 yang tercatat 68,54 ribu ton.

Impor menurut golongan barang yang paling besar, yakni bahan bakar mineral sebesar US$435,03 juta atau 53,25 persen dan mesin serta pesawat mekanik US$139,00 juta atau 17,02 persen.

“Untuk impor Sultra dari Januari sampai Desember 2018 sebesar US$816,89 juta, naik 4,03 persen dibanding impor sepanjang 2017 tercatat US$785,89 juta,” jelas Mohammad Edy Mahmud, Jumat (1/2/2019).

Pangsa impor Sultra selama 2018, yaitu Singapura sebesar US$406,35 juta atau 49,74 persen, Tiongkok US$383,74 juta atau 46,97 persen, dan Malaysia US$12,71 juta atau 1,56 persen.

Impor dari ketiga negara tersebut sebesar 98,27 persen, sisanya 1,73 persen berasal dari negara lain.

Edy menambahkan, impor menurut penggunaan barang bahan baku penolong, menduduki posisi tertinggi US$60,22 juta, barang modal US$20,69 juta, dan konsumsi US$0,07 juta.

“Total impor Sultra Januari sampai Desember 2018 mencapai 1.096,14 ribu ton atau senilai US$816,89 juta,” terangnya.

Baca:   Potret Perekonomian Sultra, Kanwil DJPb Sebut Pemerintah Menyumbang 15,62 Persen

BPS Sultra sebelumnya mencatat nilai impor pada Januari-November 2018 sebesar US$ 735,91 juta atau naik 1,66 persen (C-to-C).

Khusus nilai Impor Sultra pada November 2018, sebesar US$ 81,07 juta atau turun sebesar -18,28 persen jika dibanding bulan sebelumnya sebesar US$ 99,21 juta.

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan