Indeks Pembangunan Manusia di Sultra 2021 Tumbuh Melambat Akibat Covid-19

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti, Saat menyampaikan perkembangan IPM Sultra 2021. (Foto: Dok. BPS)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dalam satu dekade, indeks pembangunan manusia (IPM) di Sulawesi Tenggara terus mengalami kemajuan. IPM Provinsi Sulawesi Tenggara meningkat dari 65,99 pada tahun 2010 menjadi 71,66 pada tahun 2021. 

Selama periode tersebut, IPM Sultra rata-rata tumbuh 0,75 persen per tahun dan meningkat dari level sedang menjadi tinggi sejak tahun 2018. Namun, pandemi Covid-19 telah membawa sedikit perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia di Sultra. 

IPM 2020 tercatat 71,45 atau tumbuh 0,35 persen, melambat dibandingkan pertumbuhan tahun 2019. Peningkatan IPM 2021 didukung oleh semua dimensi penyusunnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Agnes Widiastuti, menyebutkan ada tiga metode penghitungan IPM, pertama, umur harapan hidup saat lahir (UHH) yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2010 hingga 2021, UHH telah meningkat sebesar 1,62 tahun atau rata-rata tumbuh sebesar 0,21 persen per tahun.

“Pada 2010, UHH saat lahir di Sultra adalah 69,65 tahun, dan tahun 2021 mencapai 71,27 tahun. Seiring dengan terjadinya pandemi Covid-19, UHH di Sultra tahun 2020 dan 2021 mengalami perlambatan,” kata Agnes belum lama ini, Rabu (1/12/2021).

Kedua, dimensi pengetahuan pada IPM dibentuk oleh dua indikator, yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun ke atas dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas. Kedua indikator ini terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Baca:   Maret 2020: Ekspor Sultra Terbesar di Tiongkok 47,75 Persen

Selama periode 2010 hingga 2021, HLS Sultra telah meningkat 1,53 tahun, sementara RLS meningkat 1,56 tahun. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, RLS dan HLS masih dapat tumbuh meskipun dengan perlambatan.

Ketiga, Dimensi Standar Hidup Layak  yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita (atas dasar harga konstan 2012) yang disesuaikan. Pada tahun 2021, pengeluaran per kapita yang disesuaikan masyarakat Sultra mencapai Rp9,38 juta per tahun. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 0,53 persen. 

“Kondisi ini menunjukkan bahwa setelah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda Sultra, pengeluaran per kapita mulai meningkat kembali setelah di tahun 2020 mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar Agnes.

Sementara itu, pencapaian pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota seiring dengan meningkatnya IPM Sultra, seluruh kabupaten/kota juga mengalami peningkatan IPM. 

Kabupaten/kota yang mengalami peningkatan IPM terbesar adalah Kabupaten Kolaka Timur (1,10 persen), Kota Kendari (0,74 persen), dan Kabupaten Muna Barat (0,61 persen).

Sedangkan kabupaten/kota yang mengalami peningkatan IPM terkecil adalah Kabupaten Buton Selatan (0,09 persen), Kabupaten Kolaka (0,15 persen), dan Kabupaten Konawe (0,18 persen).

Dari sisi perbandingan antar kabupaten/kota, tidak terjadi perubahan yang signifikan dalam kategori capaian di masing-masing kabupaten/kota. 

Baca:   KPU Beri Penghargaan kepada Camat, Kades, PPK, dan PPS di Buton

“Capaian IPM Sultra tahun 2021 yaitu satu kota berstatus IPM “sangat tinggi” (IPM ≥ 80), 4 kabupaten/kota dengan status “tinggi” (70≤IPM≤80). Adapun status capaian pembangunan manusia yang “sedang” (60≤IPM≤70) adalah sebanyak 12 kabupaten,” ungkapnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan