Indonesia Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19 dari India

  • Bagikan
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin (Foto: Potongan video Youtube Sekretariat Presiden)

SULTRAKINI.COM: India dihantam kengerian dengan lonjakan
kasus Covid-19. Peningkatan kasus corona di India–lima hari hingga Senin (26/4/2021) mencetak rekor tertinggi dunia.

Dikutip dari Kompas, terdapat 352.991 kasus baru dalam satu hari terakhir,
sehingga kasus total di India melampaui 17 juta. Angka kematian akibat
Covid-19 juga melonjak 2.812 kasus menjadi total 195.123 kasus.

Mengenai hal tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan
varian baru Covid-19 yang diperkirakan menjadi pemicu lonjakan kasus di
India sudah masuk ke Indonesia.

“Mengenai penyebab pertama bahwa mutasi virus baru meningkatkan kasus di
India, virus itu sudah masuk juga di Indonesia. Ada 10 orang yang
terkena virus tersebut,” ucapnya dalam konferensi
pers via daring, Senin (26/4/2021) dilansir dari Tempo.

Ada dua jenis mutasi baru yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di
India, yakni B117 dan B.1617. Namun, Budi tidak menjelaskan jenis mana dari
kedua virus itu menginfeksi sepuluh orang Indonesia.

Budi menerangkan, enam di antaranya sepuluh orang itu merupakan imported
case atau masuk dari luar negeri dan empat sisanya adalah transmisi lokal. Dua
kasus di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu kasus di Kalimantan Selatan.

Menyikapi hal itu pemerintah menyatakan menangguhkan sementara pemberian
Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas. Termasuk, menolak masuknya orang
asing yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India, sebelum
masuk ke Indonesia.

Baca:   Siapa Syekh Ali Jaber?

Meski demikian, penolakan tersebut dikecualikan bagi Warga Negara
Indonesia yang kembali ke Indonesia. WNI sendiri diperbolehkan masuk
dengan pengetatan protokol kesehatan atau dikarantina selama 14 hari.

“Titik kedatangan juga diatur kemarin oleh Pak Menko, hanya di
(Bandara) Soekarno Hatta, (Bandara) Juanda, (Bandara) Kualanamu, dan
(Bandara) Sam Ratulangi. Pelabuhan lautnya juga hanya di Batam,
Tanjungpinang dan Pelabuhan Dumai, dan kita pastikan semua nanti yang
pernah datang atau mengunjungi India itu akan dilakukan Genome Sequencing,
ya agar kita benar-benar bisa melihat apakah terjadi mutasi baru atau tidak,”
ujar Menkes Budi Gunadi dalam konferensi pers.

Sumber: Kompas.com, Tempo.co, CNBC Indonesia.
Laporan: Al Iksan
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan