Ini Agenda BI Selama Ramadhan, Jangan Sampai Ketinggalan

  • Bagikan
konferensi pers, Jumat (3/6/2016) di Bangi Kopi Kendari.Foto: Sulham/SULTRAKINI.COM

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1437 H, ikut disambut oleh Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara. Pada konferensi pers, Jumat (3/6/2016) di Bangi Kopi Kendari, Kepala BI perwakilan Sultra, Dian Nugraha mengungkapkan, pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan selama Ramadhan berlangsung.Diantaranya, BI akan menggelar penukaran uang untuk kebutuhan masyarakat Sultra di 6 tempat, dimulai di halaman parkir Bank Panin pada 14 Juni 2016. Selanjutnya di depan Pasar Sentral Kota Lama tanggal 16 Juni, depan Mall Mandonga 21 Juni, lapangan MTQ Square 23 Juni, depan Lippo Plaza di halaman parkir Bank Muamalat pada 28 Juni, dan terakhir di kompleks kantor BI Sultra tanggal 30 Juni. Waktu penukaran uang dimulai pukul 11:00 sampai 17:30 WITA.Selain itu, pihak BI juga akan menyelenggarakan Bazar Kuliner Ramadhan dengan menyiapkan aneka menu makanan, yang akan digelar selama 25 hari, melibatkan sekitar 30 pelaku UMKM di Kota Kendari. Lokasinya bertempat di depan kantor perwakilan BI Sultra, mulai 1 Ramadhan atau 6 Juni 2016.Pihak BI bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), lanjut Dian, akan melakukan pemantauan ke pasar, pelabuhan, toko. dan tempat lainnya, untuk memonitor kenaikan harga dan kecukupan stok kebutuhan pokok selama Ramadhan.”Pihak BI juga akan memastikan stok beras pada Bulog dan memperlancar arus distribusi barang, dengan berkoordinasi bersama otoritas terkait,” kata Dian Nugraha.Upaya lainnya, pihak BI akan menyelenggarakan pasar murah bekerjasama dengan distributor, yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah terjadinya spekulasi harga oleh pedagang.Sementara itu, proyeksi perekoniman daerah menurut data BI pada triwulan II 2016, Ekonomi Sultra diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,4 – 6,8 persen, dengan inflasi pada kisaran 4,1 – 4,7 persen. Secara keseluruhan pada tahun 2016 ekonomi Sultra diperkirakan tumbuh sebesar 6,8 – 7,2 persen dan inflasi pada kisaran 4 + 1 persen.Pertumbuhan triwulan II didorong oleh sektor pertanian (panen raya), serta sektor perdagangan besar dan eceran. Pada sisi permintaan, pertumbuhan pada triwulan II didorong oleh kenaikan belanja pemerintah (gaji PNS ke-13) dan konsumsi masyarakat.”Inflasi pada triwulan II cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya tekanan inflasi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri,” tutup Dian Nugraha.Editor: Gugus Suryaman

Baca:   Kini Cek Informasi Kredit Sudah Melalui OJK
  • Bagikan