Ini Identitas TKA yang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kabupaten Konawe

  • Bagikan
Jasad TKA yang ditemukan tergantung di pohon dievakuasi ke RSU Bahteramas Sultra, Kota Kendari. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Identitas Tenaga Kerja Asing yang ditemukan tewas tergantung di pohon di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara akhirnya ditemukan, Selasa (19/10/2021).

TKA tersebut belakangan diketahu bernama Zhang Zhou Jun, karyawan kontrak AMP divisi crane dan tinggal di mess China PLTU Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe.

Pria 45 tahun ini ditemukan seorang lelaki ketika melintasi TKP endak menuju jety Muara Sampara sekitar pukul 15.15 Wita. Korban saat itu tewas tergantung dengan seutas tali di pohon.

(Baca: TKA Asal Tiongkok Ditemukan Tewas Tergantung di Batang Pohon)

Dikatakan Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso, saksi lelaki itu awalnya kurang yakin bahwa yang dilihatnya itu adalah mayat, sehingga ia memutar balik kendaraannya untuk memastikannya. Dan benar saja, yang dilihatnya itu adalah mayat pria. Ia pun bergegas menuju pos satpam di sekitar jety.

“Saksi tersebut langsung menuju ke pos security yang berada di jety untuk melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya, Selasa (19/10/2021).

Kapolsek Bondoala, IPTU Kadek Sujayana bersama anggotanya lalu mengamankan lokasi ditemukannya tubuh TKA tersebut menggunakan garis polisi sekitar 15.30 Wita.

Dijelaskan Kapolres, hasil olah TKP ditemukan korban tergantung dengan seutas tali rafia yang diikat di pohon. Sebuah tas juga terpasang di tubuh korban.

Baca:   Disnakertrans Konut: Warga Lapor TKA Merajalela di Perusahaan Tambang

Guna proses pemeriksaan lebih lanjut, tubuh korban dievakuasi tim Inafis Polda Sultra yang dipimpin IPDA Mansur sekitar pukul 17.12 Wita menuju RSU Bahteramas di Kota Kendari menggunakan ambulans PT VDNI sekitar pukul 18.00 Wita.

Sementara barang-barang lainnya di temukan di TKP, berupa uang tunai pecahan 100 ribu rupiah senilai Rp 3.100.000 tersimpan di saku baju sebelah kiri korban.

“Kemudian dompet yang berisikan uang tunai dengan pecahan Rp 100 ribu sebanyak tujuh lembar, handphone android satu buah, serta isi tas korban obeng plat dan korek api,” terangnya.

Menyangkut penyebab tewasnya korban hingga kini belum diketahui. (B)

Laporan : Andi Nur Aris.S
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan