Insentif Covid-19 Tenaga Kesehatan di Wakatobi Sudah Dicairkan

  • Bagikan
Kadis Kesehatan Wakatobi, Muliaddin (posisi berdiri) saat memberikan penjelasan saat rapat berlangsung (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
Kadis Kesehatan Wakatobi, Muliaddin (posisi berdiri) saat memberikan penjelasan saat rapat berlangsung (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Setelah sempat tertunda beberapa bulan, akhirnya insentif tenaga kesehatan di Kabupaten Wakatobi yang bertugas menangani pasien selama pandemi Covid-19 dicairkan.

Hal ini terungkap saat anggota DPRD Wakatobi dari Fraksi PDI-P, Saharuddin meminta penjelasan Pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi terkait adanya aspirasi dari tenaga kesehatan yang mengeluhkan insentif yang tak kunjung cair, saat rapat amandemen DPRD Wakatobi terkait rencana perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD tahun 2021, Selasa (14/9/2021).

“Dikemanakan anggaran Covid-19 selama ini, karena aspirasi yang kami dapat insentif tenaga kesehatan belum dicairkan,” tanya Saharuddin saat rapat berlangsung.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi Muliaddin mengungkapkan, insentif Covid-19 tenaga kesehatan telah dicairkan mulai dari Januari hingga Juli 2021.

Sekda Wakatobi, La Jumadin menerangkan, atas keterlambatan pembayaran tersebut Pemda Wakatobi sempat ditegur langsung dari Kementrian Kesehatan RI.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

“Tapi alhamdulillah, kita langsung bayarkan sampai bulan Juli. Sementara untuk bulan Agustus dan seterusnya akan dibayarkan dianggaran perubahan 2021,” terangnya.

Sementara itu, untuk anggaran insentif Covid-19 tenaga kesehatan di RSUD kabupaten belum dicairkan karena sejak Januari hingga Juni 2021 belum ada pasien Covid-19.

Baca:   Pendamping PKH Kendari Harapkan Dana Sharing Lebih Besar

Tidak adanya pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Wakatobi karena yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kebupaten Buton adalah Rumah Sakit Palagimata Kota Baubau, karena belum tersedianya dokter spesialis di RSUD Wakatobi.

Sehingga selama ini pelayanan Covid-19 hanya dilakukan di Puskesmas. Dimana tenaga kesehatan Puskesmas melakukan pencegahan hingga deteksi Covid-19 di masyarakat dengan cara rapid tes dan vaksinasi.

“Kita mau bayar apa, nah tidak ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Wakatobi sejak Januari hingga Juli, nanti di Juli baru ada pasien,” terang La Jumadin. (B)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan