SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kepala Wilayah Sulawesi Tenggara Kantor Perwakilan BEI Sultra, Bayu Saputra, mengatakan jumlah investor pasar modal di Sulawesi Tenggara saat ini telah mencapai sekitar 38.000 orang.
“Dari jumlah tersebut, investor saham berkisar antara 100 ribu hingga 112 ribu,” ujar Bayu.
Sementara itu, secara nasional, jumlah investor pasar modal di Indonesia per 5 Maret 2026 tercatat mencapai sekitar 23.385.000 investor. Dari angka tersebut, sekitar 9,2 juta merupakan investor yang memiliki efek ekuitas atau saham.
Menurut Bayu, pertumbuhan investor dalam dua bulan terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Tercatat sekitar 3.037.000 investor baru masuk ke pasar modal.
“Artinya pertumbuhan investor hampir mencapai 15 persen dalam dua bulan terakhir. Sementara investor saham bertambah sekitar 620 ribu atau tumbuh sekitar 7,2 persen,” jelasnya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi perkembangan yang menggembirakan bagi pasar modal Indonesia. Bahkan, pertumbuhan ini dinilai jauh meningkat dibandingkan kondisi sekitar satu dekade lalu.
Selain itu, aktivitas transaksi di pasar modal juga mengalami peningkatan. Bayu menyebut rata-rata nilai transaksi harian di perusahaan efek kini mencapai lebih dari Rp20 triliun per hari.
“Ini menunjukkan bahwa aktivitas investasi tidak lagi didominasi perusahaan efek, tetapi juga melibatkan masyarakat luas, termasuk investor dari luar negeri,” katanya.
Ke depan, BEI Sultra menargetkan pertumbuhan investor terus berlanjut melalui penguatan literasi dan edukasi investasi kepada masyarakat.
“Fungsi utama kami di daerah adalah edukasi. Karena itu kami terus mendorong kegiatan literasi. Tagline kami di BEI Sultra adalah tidak ada minggu tanpa edukasi,” ujar Bayu.
Laporan: Riswan












