Isi Obrolan Menteri Susi dengan Istri Nelayan Bajo

  • Bagikan
Menteri Kelautan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, berdialog dengan salah seorang istri nelayan Bajo di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. (Foto: Amra

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti di dampingi Bupati Wakatobi, Arhawi, mendatangi kapung nelayan Suku Bajo di Desa Mola Utara Kecamatan Wangi-wangi Selatan (Wangsel) untuk memberikan bantuan kesehatan, Kamis (23/03/2017).

Kedatangannya ke kampung nelayan Bajo ini selain ingin melihat secara langsung kehidupan para nelayan, Susi juga memberikan bantuan kesehatan (berobat) kepada para istri dan anak nelayan bajo yang saat ini sedang sakit. 

Seperti saat berdialog dengan istri para nelayan yang menggendong anaknya yang mengalami sariawan hingga tidak makan selama tujuh hari.

“Bu, tolong bawa anaknya kerumah sakit ya, nanti saya yang bayarkan biayanya. Kasian itu anak, sudah tidak makan selama tujuh hari, supaya di inpus,” kata Menteri Susi saat berdialog dengan sang ibu nelayan, Kamis (23/03/2017).

Bukan hanya itu, ia juga mengunjungi anak yang mengidap penyakit polio dan nenek pengidap penyakit gondok, “Bu, mana KTP nya, supaya diantar pergi berobat. Kalau tidak bisa berobat di Wakatobi, maka minta rekomendasi ke Bupati Wakatobi supaya temui saya di Jakarta supaya di operasi, nanti saya yang tanggung semua biayanya,” ucapnya.

Usai berdialog dengan istri para nelayan dan nelayan, ia pun memerintahkan para staf kementerian untuk mengambil KTP dan Kartu Keluarga (KK) dari nelayan yang sakit agar di antar langsung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi.

Baca:   Ratusan Pegawai RSUD Wakatobi Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya

Sebelum ke perkampungan suku nelayan Bajo, Menteri Susi blusukan ke Pasar Ikan Sentral Wangi-wangi, kemudian ke perkampungan Pajo. Ia juga mengunjungi nelayan rumput laut di Desa Liya Barari Indah Wangi-wangi Selatan, Balai Rekayasa Kelautan Perikanan Wakatobi dan Sekolah Tinggi Perikanan Kampus Konservasi Wakatobi.

  • Bagikan