Januari 2021: Impor Sultra Naik Didominasi Besi dan Baja

  • Bagikan
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti (Foto: Screenshot video rilis BPS Sultra)
Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti (Foto: Screenshot video rilis BPS Sultra)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Nilai impor Sulawesi Tenggara pada Januari 2021 tercatat US$191,61 juta atau mengalami kenaikan sebesar 26,07 persen dibanding impor Desember 2020 yang tercatat US$151,99 juta. Sedangkan, volume impor pada Januari 2021 tercatat 521,83 ribu ton atau naik 17,40 persen dibanding impor Desember 2020 yang tercatat 444,48 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Agnes Widiastuti, mengatakan selama periode Januari 2019 – Januari 2021, nilai impor Sultra tertinggi tercatat pada November 2019 dengan nilai mencapai US$341,77 juta dan terendah tercatat di Maret 2019 yaitu US$28,75 juta. 

Sementara itu, volume impor tertinggi tercatat pada November 2019 yang mencapai 1.707,17 ribu ton dan terendah di Januari 2019 dengan volume 38,99 ribu ton.

“Impor Sultra Januari 2021 didominasi oleh kelompok komoditi Besi dan Baja dengan nilai US$91,89 juta (47,96 persen) dan diurutan kedua adalah kelompok komoditi Bahan Bakar Mineral dengan nlai US$60,96 juta (31,81 persen),” ujar Agnes, Senin (1/3/2021).

Sedangkan kenaikan terbesar impor Sultra Januari 2021 dibanding Desember 2020 terjadi pada kelompok komoditi Besi dan Baja senilai US$65,03 juta (242,19 persen).

Agnes katakan, impor Sultra Januari 2021 mengalami kenaikan sebesar 26,07 persen dibanding bulan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kenaikan impor dari Negara Afrika Selatan senilai US$43,85 juta (269,39 persen) .

“Dari sisi peranan terhadap total impor Januari 2021, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$66,49 juta (34,70 persen), diikuti Afrika Selatan dengan nilai US$60,13 juta (31,38 persen), dan Singapura dengan nilai impor US$20,60 juta (10,75 persen),” terangnya.

Baca:   Maret 2021, Nilai Impor Sultra Meningkat

Peranan ketiga negara asal barang utama tersebut mencapai 76,83 persen dari total impor Sultra pada Januari 2021.

(Baca juga: Nilai Ekspor Sultra Mulai Menurun)

Menurut golongan penggunaan barang, selama Januari 2021 golongan bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar yaitu 96,15 persen dengan nilai US$184,22 juta.

“Data BPS Sultra selama Januari 2021 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan sebesar US$0,23 juta (turun 54,14 persen), bahan baku/penolong mengalami kenaikan sebesar 205,41 persen atau senilai US$123,90 juta dan barang modal turun 77,15 persen atau senilai US$24,26 juta,” ungkap Agnes.

Sebagai informasi, nilai neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tenggara Januari 2021 mengalami surplus sebesar US$15,25 juta. Kondisi tersebut sejalan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Januari 2020, dimana nilai neraca perdagangan Sulawesi Tenggara mengalami surplus US$76,30 juta. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan