Januari-September 2019, Sultra Dilanda 225 Gempa

  • Bagikan
ilustrasi
ilustrasi

SULTRAKINI.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Stasiun Geofisika Kendari merekam sebanyak 225 gempa yang dirasakan maupun tidak dirasakan sejak Januari hingga September 2019. Gempa terbanyak tercatat pada April 2019 berjumlah 55 kejadian.

Gempa bumi dirasakan artinya gempa yang dilaporan dirasakan oleh masyarakat serta adanya getaran sebagaimana skala intensitasnya. Tercatat sebanyak 31 kejadian gempa dirasakan di Sultra. Berikut Sultrakini.com merangkum kejadian gempa sejak Januari hingga September 2019 yang direkam oleh Stasiun Geofisika Kendari.

Januari 2019
Stasiun Geofisika Kendari merekam adanya 59 kejadian gempa bumi, yakni gempa tele atau jauh 42 kejadian dan gempa lokal atau gempa Sultra 17 kejadian gempa.

Berdasarkan kekuatannya, bermagnitudo lebih kecil dari 3 sebanyak sebelas kejadian, magnitudo 3 hingga lebih kecil dari 5 sebanyak 28 kejadian, magnitudo 5 hingga di atasnya tercatat 20 kejadian.

Namun yang dirasakan di Sultra sebanyak enam kejadian gempa.

(Baca: Sultra Diguncang 17 Gempa Sepanjang Januari 2019)

Februari 2019
Gempa di bulan Februari 2019 terekam sebanyak 62 kejadian yang terekam oleh alat seismograf TDS 5.2, yakni gempa tele 38 kejadian dan gempa lokal 24 kejadian.

Gempa bermagnitudo lebih kecil dari 3 sebanyak 12 kejadian, magnitudo 3 hingga lebih kecil dari 5 sebanyak 27 kejadian, magnitudo 5 hingga di atasnya tercatat 23 kejadian.

Baca:   Dikbud Sultra Usulkan Guru Divaksinasi 

Gempa lokal yang dirasakan sebanyak lima kejadian.

(Baca: Sultra Dilanda 24 Gempa Sepanjang Februari 2019)

Maret 2019
Bulan Maret 2019, Stasiun Geofisika Kendari merekam gempa bumi berjumlah 72 kejadian, yakni gempa tele 47 kejadian dan gempa lokal 25 kejadian.

Gempa bermagnitudo lebih kecil dari 3 sebanyak tujuh kejadian, magnitudo 3 hingga lebih kecil dari 5 sebanyak 46 kejadian, magnitudo 5 hingga di atasnya tercatat 19 kejadian.

Dari sekian kejadian gempa tersebut, gempa lokal yang dirasakan sebanyak tujuh kejadian.

Pertama, gempa di Unaaha pada 3 Maret 2019 pukul 18:52:18 Wita, bermagnitudo 4,4.

Kedua, gempa di Rumbia (Bombana) pada 9 Maret 2019 pukul 06:45:33 Wita, bermagnitudo 3,3.

Ketiga, gempa di Tirawuta (Kolaka Timur) pada 9 Maret 2019 pukul 15:49:11 Wita, bermagnitudo 4,1.

Keempat, gempa di Kolaka pada 11 Maret 2019 pukul 03:22:03 Wita, magnitudo 3,2.

Kelima, gempa di Kendari pada 13 Maret 2019 pukul 21:00:51 Wita, magnitudo 3,6.

Keenam, gempa di Kendari pada 22 Maret 2019 pukul 12:27:17 Wita, magnitudo 3,4.

Ketujuh, gempa di Kendari pada 29 Maret 2019 pukul 19:19:35 Wita, magnitudo 2,5.

April 2019
Pada April 2019 Stasiun Geofisika Kendari tercatat 166 kejadian, yakni gempa tele 111 kejadian dan gempa lokal 55 kejadian.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Baca:   Intensitas Gempa Sultra Masih Skala Kecil di 2017

Secara rinci, gempa bermagnitudo 5 terjadi 15 kali atau 9 persen, bermagnitudo 5 hingga 3 berjumlah 132 kali atau 80 persen, dan bermagnitudo kurang dari 3 sebanyak 19 kali atau 11 persen.

Sekian jumlah gempa itu, gempa yang dirasakan sebanyak enam kejadian.

(Baca: Sepanjang April 2019, Sultra Diguncang 55 Kali Gempa)

Mei 2019
Gempa pada mei 2019 terekam sebanyak 72 kejadian, yakni gempa tele 47 kejadian dan gempa lokal 25 kejadian.

Secara rinci, gempa terdeteksi pada Mei 2019, yakni bermagnitudo lebih dari 5 terjadi 16 kali atau 22,2 persen, gempa bermagnitudo 3 hingga 5 terjadi 41 kali atau 56,9 persen, dan gempa bermagnitudo kurang dari 3 terjadi 15 kali atau 20,8 persen.

Gempa dirasakan sebanyak satu kejadian, yakni pada 31 Mei 2019 di Siompu Barat, Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan.

(Baca juga: Sultra Diguncang 25 Kali Gempa Selama Mei 2019)

Juni 2019
Gempa terekam pada Juni 2019 sebanyak 45 kejadian, yaitu gempa tele 17 kejadian dan gempa lokal 28 kejadian.

Gempa dirasakan dilaporkan pada 6 Juni 2019 pukul 13:03:20 Wita, barat daya Lasusua, Kolaka Utara, bermagnitudo 2,3.

Selanjutnya pada 19 Juni 2019 pukul 11.12 Wita di Wanggudu, Kabupaten Kolaka Utara, Sultra, bermagnitudo 4,1.

Terakhir pada 20 Juni 2019 sekira pukul 19.50 Wita di Kendari, bermagnitudo 2,9.

Baca:   BMKG: Aktivitas Sesar Lawanopo Picu Gempa di Kendari

Juli 2019
Gempa terekam pada Juli 2019 sebanyak 103 kejadian, yaitu gempa tele 76 kejadian dan gempa lokal 27 kejadian.

Berdasarkan magnitudonya, lebih kecil dari 3 sebanyak 15 kejadian, magnitudo 3 hingga lebih kecil dari 5 sebanyak 57 kejadian, magnitudo 5 hingga di atasnya tercatat 31 kejadian.

Gempa lokal yang terasa sebanyak dua kejadian, yakni di Kendari pada 7 Juli 2019 pukul 01:43:28 Wita, bermagnitudo 2,0 dan pada 31 Juli 2019 pukul 11:44:45 Wita di Kendari dengan magnitudo 2,0.

Agustus 2019
Gempa pada Agustus 2019 terekam sebanyak 42 kejadian, khusus gempa lokal sebanyak 18 kejadian. Stasiun Geofisika Kendari tidak mendeteksi laporan adanya gempa dirasakan.

September 2019
Gempa pada September 2019 terekam sebanyak 43 kejadian, yaitu gempa tele 37 kejadian dan gempa lokal enam kejadian.

Berdasarkan magnitudonya, lebih kecil dari 3 sebanyak tujuh kejadian, magnitudo 3 hingga lebih kecil dari 5 sebanyak 30 kejadian, magnitudo 5 hingga di atasnya tercatat enam kejadian.

Gempa yang dilaporkan dirasakan berjumlah satu kejadian yakni di Kendari pada 4 September 2019 pukul 20:29:10 Wita, bermagnitudo 2,6.

(Baca: Gempa Bermagnitudo 2,6 Guncang Kendari, Ini Hasil Analisa BMKG)

(Baca juga: Sultra Diguncang Gempa 185 Kali Sepanjang 2018)

Sumber: Stasiun Geofisika Kendari
Laporan: Rohiyani

  • Bagikan