SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menjelang peringatan Hari Reformasi yang diperingati setiap 21 Mei, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai masih dibayangi praktik represif terhadap masyarakat sipil dan mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua BEM FKIP UHO, Hendrawan Sai Nudin, pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia menilai semangat reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 belum sepenuhnya terwujud, terutama dalam hal kebebasan berpendapat dan ruang demokrasi bagi masyarakat.
Menurut Hendrawan, tindakan intimidasi hingga pembungkaman terhadap suara-suara kritis masih sering terjadi. Ia menyebut, setiap muncul aksi demonstrasi maupun kritik publik, aparat kerap merespons dengan tindakan represif yang dinilai mencederai semangat reformasi.
“Setiap ada aksi dan suara kritis, yang muncul justru intimidasi, pembubaran paksa, bahkan kriminalisasi. Ini menjadi ancaman serius bagi demokrasi,” ujarnya.
Selain itu, BEM FKIP UHO juga menyoroti keterlibatan TNI dalam ruang sipil. Hendrawan menegaskan bahwa TNI seharusnya fokus menjalankan fungsi pertahanan negara, sementara Polri menjalankan tugas pengayoman masyarakat secara profesional dan humanis.
Ia menilai reformasi 1998 sejatinya bertujuan mengembalikan militer ke fungsi pertahanan dan menciptakan institusi kepolisian yang profesional, bukan menjadi alat kekuasaan yang anti terhadap kritik masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM FKIP UHO menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni menolak militerisasi ruang sipil, menghentikan pembungkaman serta kekerasan aparat terhadap masyarakat sipil dan mahasiswa, serta mendesak negara membuka ruang demokrasi seluas-luasnya.
Menjelang peringatan Hari Reformasi Nasional di Indonesia, pada 21 Mei 2026, BEM FKIP UHO berharap momentum reformasi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. Mereka juga menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat demi menjaga nilai-nilai reformasi.
Laporan: Andi Mahfud








