Jelang Lebaran, Kementan Adakan Pasar Tani di Sultra

  • Bagikan
Peresmian pembukaan Pasar Tani Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Kendari di pelataran Kantor TVRI, Sabtu (23 April 2022). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Selama sepuluh hari ke depan, warga Kota Kendari bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di Pasar Tani yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian Kota Kendari bersama Dinas Pertanian dan stakeholders. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas juga sudah membukanya secara resmi pada Sabtu (23 April 2022).

Pasar Tani berlokasi di pelataran Kantor TVRI Kota Kendari ini, menjual minyak goreng dan 12 bahan pokok lainnya. Warga bisa berbelanja melalui kupon yang akan dibagikan panitia. Setidaknya, ada 750 kupon disedikan guna mengatur kedatangan pembeli agar tidak terjadi kerumunan di kawasan tesebut.

Sejumlah bahan dapur diperjualbelikan di Pasar Tani, seperti paket minyak goreng Rp 45.000; gula pasir Rp 13.500 perkilogram; tepung terigu Rp 9.600 perkilogram; ayam kampung beku Rp 35.000 perkilogram; ayam potong beku Rp 100.000 pertiga ekor; beras medium Rp 9.400 perkilogram; beras premium Rp 10.000 perkilogram, bawang merah Rp 25.000 perkilogram, bawang putih Rp 28.000 perkilogram, kacang tanah Rp 20.000 perliter, dan telur ayam jumbo Rp 45.000-48.000/rak.

“Sangat senang, beli minyak di sini hanya Rp 45 ribu untuk dua kantong, ayam juga lebih murah,” ucap ibu rumah tangga dari Kelurahan Kadia, Cahya.

Baca:   Toko Variasi Mobil Dilalap si Jago Merah Hingga Menjalar ke Wahana Bermain TK

Sementara itu, Lukman Abunawas mengatakan 65 persen warga Sultra masih menggemari masakan yang digoreng, sehingga untuk mengantisipasi habisnya stok minyak diharapkan melapor ke Satgas Ketahanan Pangan.

“Sebelum stok (minyak goreng) habis segera melapor ke Satgas Ketahanan Pangan untuk stabilitas ketersediaan,” ucap Lukman.

Dia juga mengaku ketersediaan bahan pangan di Sultra baik sebelum ramadan hingga menjelang lebaran masih aman, dan tidak mengalami kenaikkan harga.

Meski demikian, potensi kenaikkan harga menyelang lebaran diakui Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang tidak bisa disepelehkan, sebab di momen itu permintaan pasar cenderung meningkat.

Sehingga hadirnya Pasar Tani dinilai dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Hal ini juga berkat kerja sama dari para petani, produsen, dan stakeholders.

Warga Indonesia rupanya bisa berbelanja di Pasar Tani karena kegiatannya serentak digelar di tanah air selama ramadan dan jelang lebaran. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo juga mengarahkan untuk mengawal dan mengontrol kegiatan tersebut.

“Pantauan data kami, ketersediaan bahan pangan pokok di tanah air cukup, termasuk di Provinsi Sultra. Distribusinya mohon bantuan pihak-pihak keamanan, TNI, polisi,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, melalui Pasar Tani akan didapat data–jika diperlukan langkah intervensi dalam pendistribusian satu komoditas dari daerah surplus ke daerah defisit, ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga bahan pokok menjadi akhir dari tujuan program ini.

Baca:   Hugua: 75 Persen APBD Harus Memihak Kepentingan Masyarakat Bawah

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan