Jumlah Investor Baru Bertambah, BEI Sebut 57 Persen Berinvestasi Saham 

  • Bagikan
Pelaksana Harian Kepala KP BEI Sultra, Ricky, (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)
Pelaksana Harian Kepala KP BEI Sultra, Ricky, (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Diawal Tahun 2021 kinerja pasar modal di Sulawesi Tenggara cukup baik ditandai dengan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  yang bertengger di atas angka 6.000.

Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (KP BEI) Sultra, Ricky, mengatakan Industri Pasar Modal di Sultra bertumbuh sangat positif ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah investor dan nilai transaksi jual beli saham.

“Dari sisi jumlah investor terjadi peningkatan yang cukup mengembirakan di awal Tahun 2021 ini, terdapat sebanyak 1.273 investor saham baru yang berasal dari Sultra, sehingga total investor saham di Sultra berjumlah 7.378 investor,” ungkap Ricky, Rabu (10/3/2021).

Lanjut Ricky, sesuai data KP BEI Sultra pada awal tahun (Januari dan Februari 2021) telah terjadi penambahan sebanyak 20 persen investor baru dari total investor di Tahun 2020.

“Peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat Sultra yang semakin tinggi untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia,” ujarnya.

Dari total 7.378 investor yang dicatat BEI terdapat 4.405 investor yang berada dibawah usia 30 tahun.

“Ini menandakan kesadaran kaum muda dalam berinvestasi saham di Sultra cukup besar yakni sekitar 57 persen dari total investor yang ada,” ujarnya.

Ricky juga menyampaikan, guna meningkatkan literasi keuangan sejak dini, pihaknya akan menambah beberapa galeri investasi terutama di tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan yang ada di Sultra.

Baca:   Akibat Corona, Transaksi Saham di Sultra Anjlok Dua Bulan

Hal itu diharapkan dapat memberikan pemahaman sejak muda terkait dengan investasi, baik dalam merencanakan keuangan dan investasi.

“Saat ini pula sangat mudah bagi masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal, baik itu dalam bentuk saham ataupun reksadana. Syaratnya cukup dengan melampirkan KTP, buku tabungan dan dana minimal Rp100.000,- yang langsung menjadi saldo awal rekening saham atau reksadana yang bersangkutan,” terangnya.

Dalam kondisi masa pandemi Covid-19, KP BEI Sultra tetap melakukan edukasi pasar modal secara online, baik melalui instagram dan juga melalui berbagai aplikasi webinar. 

“Edukasi online terus dilakukan supaya masyarakat tetap dapat mengakses info maupun pembelajaran terkait Pasar Modal dimanapun mereka berada,” tutupnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan