Kasus HIV/AIDS di Mubar Bertambah

  • Bagikan
Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Mubar, Almawin. (Foto: Hasan Jufri/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Meski di tengah pandemi Covid-19, kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara bertambah.

Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Mubar pada 2020 tercatat 35 kasus, sementara pada 2021 menjadi 38 kasus.

“Bertambah tiga kasus (pada 2021),” jelas Kabid Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mubar, Almawin, Kamis (13 Januari 2022).

Adanya penambahan itu, Dinkes Mubar akan kembali turun sosialisasi dan edukasi pencegahan HIV/AIDS di lokasi yang diangkap rawan terhadap penyakit mematikan itu. Masyarakat juga diharapkan memeriksakan kesehatannya secara teratur dan menjaga pola hidup sehat.

“Bagi masyarakat yang merasa diri ada ‘kegiatan-kegiatan tambahan’ yang dilarang untuk tidak sungkan melakukan rapid untuk memastikan kondisi tubuhnya, kita siapkan di Dinas Kesehatan, identitasnya kami rahasiakan, jadi jangan sungkan,” tambahnya.

Dilansir dari Wikipedia, Human Immunodeficiency Virus atau disingkat HIV, yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Baca:   Pendidikan Tinggi Bukan Jaminan Lolos Bawaslu

AIDS merupakan bentuk terparah dari infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik.

HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS.

Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu. (C)

Laporan: Hasan Jufri
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan