Kelor, Tanaman Penjernih Air Sampai Dipercaya Tangkal Black Magic

  • Bagikan
Tanaman kelor. (Foto: pomidor.id)
Tanaman kelor. (Foto: pomidor.id)

SULTRAKINI.COM: Seringkali kita mendengar ungkapan “dunia tidak selebar daun kelor”. Kita juga mendengar bahwa daun kelor bisa dijadikan alat untuk mematikan orang yang mempunyai kesakitan.

The Guardian, dalam laporannya menyebut tanaman ini sebagai miracle tree alias pohon ajaib.

“(pohon kelor) seluruh bagiannya bisa dimakan, mulai dari akar sampai kulit kayunya, tumbuh dengan cepat dan tahan kekeringan, dengan benih yang dapat menjernihkan air. Ini adalah sumber berharga di banyak tempat yang oleh organisasi pangan dan pertanian PBB disebut sebagai hasil panen bulan ini,” jelasnya.

Seperti apa tanaman kelor, mungkin di antara kita banyak belum mengenalnya. Tanaman bernama latin Moringa Oleifera tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar. Tumbuhan ini diduga asli dari kawasan barat pegunungan Himalaya dan India, kemudian menyebar ke Benua Afrika dan Asia-Barat.

Di Pulau Jawa, kelor biasa tumbuh sampai ketinggian 300 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini sanggup tumbuh di kawasan tropik yang lembap juga di daerah panas, bahkan tanah kering, karena tidak ‘rakus’ pupuk (unsur hara).

Karenanya, kelor cocok sebagai tanaman “pioneer” untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang. Di lahan kebun, tanaman kelor bisa digunakan sebagai pagar hidup.

Baca:   SMA Pelosok Dominasi Nilai Rata-Rata UN Tertinggi di Sultra

Sosok batang pokoknya tidak lurus betul, melainkan sedikit membengkok dan bercabang, dan bermanfaat sebagai pohon pendukung untuk tanaman merambat, seperti sirih atau lada.

Kelor tergolong cepat besar alias bongsor. Tingginya bisa mencapai 3 meter. Bila dibiarkan bisa mencapai 8-12 meter.

1. Tanaman multifungsi

Hampir setiap bagian dari tanaman kelor dapat dimanfaatkan, termasuk akarnya. Bisa sebagian bahan kertas, bahan kosmetik, bahan minyak pelumas, obat tradisional, dan sebagai sumber pangan.

Bunga kelor dapat dimasak, selain menyediakan nektar bagi lebah madu. Di masyarakat kita, daun, bunga, dan buah kelor muda biasanya dimasak sayur bobor atau sayur bening. Rasanya sedap, meski ada sedikit rasa pahitnya.

Di India, buah kelor dimasak kari dan diawetkan dalam kaleng untuk dijual di supermarket.

Menurut laporan Michael D. Benge, dari Badan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC 1987, daun kelor memiliki kadar Vitamin A dan C yang cukup tinggi.

Daun kelor juga dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe). Juga sumber fosfor yang baik. Buah mudahnya berkadar tinggi dan kandungan protein tinggi.

Klik gambar diatas untuk melihat jadwal tes

Meskipun daun kelor mengandung zat besi tinggi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Federation Og American Societes for Experiment Biology menemukan bahwa biovailabilitasnya (jumlah yang memasuki sirkulasi tubuh) sangat rendah.

Baca:   Masuk Daftar 50 Tokoh Muslim Berpengaruh Dunia

Biji buahnya yang tua dan kering menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 25-40 persen. Komposisi asam lemaknya, meliputi asam oleat, asam linoleat, asam eiokosanoat, asam palmitat, asam stearate, asam arakhidat, dan lainnya.

Kalau daun dan buah mudanya dapat langsung disayur, biji kelor tua bisa untuk bahan baku pembuatan obat dan kosmetik.

Bukan hal baru bila daun kelor dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Kalangan masyarakat tertentu memanfaatkan daun kelor untuk mengobati mata ayam yang terluka sehabis bertarung.

Satu hingga dua tetes getah kelor untuk mempercepat penyembuhan luka. Bahkan, mata kambing yang rabun bisa normal setelah ditetesi getah kelor yang berwarna kuning.

2. Menjernihkan air
Seperti dipublikasikan New Scientist (Desember 1983), biji kelor digunakan untuk menjernihkan air sungai yang berlumpur di Sudan dan Peru. Biji kelor memiliki kemampuan antibakteri.

Bahkan Jurusan Teknik Lingkungan ITB dan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman di Samarinda menggunakan untuk menjernihkan air permukaan (sungai, danau, dan kolam).

Biji kelor juga dimanfaatkan sebagai bahan koagulan (bioflokulan) dalam proses pengolahan limbah cair pabrik tekstil.

Biji kelor mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzilisothiocyanate, yang mampu mengaborsi dan mentralisir partikel-partikel lumpur serta logam dalam air limbah atau air keruh.

Baca:   Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Sekolah Dasar di Indonesia Meningkat

3. Menangkal black magic
Di sebagian kalangan masyarakat Jawa, tanaman kelor sering digunakan sebagai campuran air untuk memandikan jenazah. Ini dimaksudkan untuk membuang ajimat yang masih melekat pada jasadnya.

Manfaat lain dari tanaman kelor, masih menurut kepercayaan tertentu, sebagai penangkal kekuatan ilmu hitam atau guna-guna, serta ajimat kesakitan.

Caranya, cukup dengan mengibas-ibaskan setangkai daun kelor ke bagian muka orang yang bersangkutan. Atau air rendaman kelor disiramkan ke sekujur tubuhnya.

Kelor juga bisa dibuat bedak pupuk untuk sarana mengobati orang kurang waras.

Sumber: Tribunnews.com

Laporan: Wa Ode Rahmah Maulidya Wuna

  • Bagikan