Kelurahan Mokoau Mewakili Kota Kendari Lomba Penilaian 10 program PKK Tingkat Provinsi

  • Bagikan
Suasana penilaian lomba 10 program PKK tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu Kota Kendari 2021. (Foto: Diskominfo Kendari) 
Suasana penilaian lomba 10 program PKK tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu Kota Kendari 2021. (Foto: Diskominfo Kendari) 

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu mewakili Kota Kendari pada lomba penilaian 10 program PKK tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tim penilai dari PKK Provinsi Sulawesi Tenggara mengunjungi Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari pada Selasa (16/11/2021).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir saat menyambut tim penilai mengatakan, kehadirannya pada penilaian lomba tidak hanya untuk mendukung Kelurahan Mokoau sebagai juara.

Menurutnya, 10 program pokok PKK merupakan panduan yang lengkap bagi masyarakat dan PKK dalam mendukung program pemerintah membangun di Kota Kendari.

“Sampai pada peran-peran kemasyarakatan, peran sosial, bagaimana hak kesehatan menjadi perhatian utama sebagaimana kita ketahui bahwa dua tahun ini kita menghadapi cobaan berat yaitu pandemi Covid-19, namun karenakerja keras kita semua sehingga dua bulan terakhir tidak ada lagi kasus Covid,” ujar Sulkarnain Kadir.

Adapun 10 program pokok PKK yaitu penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.

Sulkarnain Kadir juga meminta peran semua pihak bersama-sama mendukung pembangunan di Kota Kendari untuk menciptakan layak huni. Sementara tim penilai lomba Devi menyatakan, Kota Kendari merupakan daerah terakhir yang dinilai dalam lomba PKK ini.

Baca:   Reka Ulang Kasus Penembakan Randi, 10 Adegan Diperagakan

Ia juga menambahkan pada lomba kali ini mereka juga akan fokus pada lima aspek penilaian diantaranya, tertib administrasi, bagaimana pencegahan stunting dan bagaimana meningkatkan ekonomi keluarga.

“Cegah pernikahan anak, atau yang bisa kita kenal Cepat, yang ketiga iyalah usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) bagaimana masyarakat itu bisa meningkatkan ekonominya itu di PKK ada UP2K,” tutupnya.

Laporan: Ririn Alvionita Arfan dan Yelsa Atrimien
Editor: Hasrul Tamrin 

  • Bagikan