Kemampuan SDM Koperasi di Sultra Saatnya Meningkat, Isnain: Ribuan Jumlahnya Hanya Papan Nama

  • Bagikan
Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Isnain. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut, jumlah UMKM sekitar 100 ribuan dan koperasi empat ribuan, namun tidak semua koperasi melakukan kegiatan hanya di bawah 10 persen.

“Sekarang permasalahannya di koperasi, mulai dari SDM, akhirnya kita adakan pelatihan minimal memberikan pengetahuan tambahan. Koperasi ini juga belum mengikuti kaidah-kaidah pelaporan keuangan serta ada pada masalah pengoperasian seperti menyampaikan laporan keuangan yang masih bersifat umum,” jelas Sekertaris Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Isnain, Kamis (28/10/2021).

Masalah dihadapi koperasi khusus di Sultra dari jumlah koperasi yang rutin melaporkan keuangan dan melakukan kegiatan cukup kecil, yaitu sekitar 400 koperasi dan masuk kategori sehat sekitar 600 koperasi. Hal itu dinilai pihaknya karena banyaknya entitas menghadapi masalah SDM.

“Tumbuh-kembangnya koperasi dibarengi dengan SDM dan keinginan tulus untuk membesarkan koperasi. Banyak di Sultra sekitar dua ribuan koperasi hanya papan nama,” terangnya.

Dinas Koperasi dan UMKM Sultra nantinya mengembangkan satu wilayah satu koperasi dengan menggabungkan koperasi yang bergerak di bidang yang sama untuk lebih maksimal, sehingga dari sisi modal maupun kegiatan usaha terus berjalan melalui dukungan SDM berkualitas.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut mengenai perhitungan penilaian koperasi yang selama ini belum pernah diedukasikan kepada pihak koperasi. Kemudian pengembangan SDM ini terus didorong agar koperasi kategori sehat, kurang sehat, dan dalam pemantauan meningkat pemahaman.

“Kita harapkan sebagai pemerintah selalu memberikan support, edukasi pada pelaku koperasi. Melihat kondisi sekarang keadaan koperasi masih zona merah untuk Sultra,” ucap Isnain.

Baca:   Pendaftar Konsultan PLUT UMKM Capai 400 Orang

Ketua Pengurus Koperasi KSP Al Ikhwan, Sukrin mengaku pihaknya memiliki masalah selama pandemi Covid-19, seperti kendala nasabah dalam melakukan pinjaman.

“Alhamdulillah koperasi kami masih tetap berjalan di masa Covid-19, walaupun ada sedikit masalah pada nasabah, tapi kami lakukan kiat-kiat dari pengurus ke nasabah,” tambahnya.

Untuk diketahui, pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM Sultra terselenggara melalui dana alokasi khusus non-fisik peningkatan kapasitas usaha kecil dan menengah 2021.

Sebanyak 480 orang perwakilan 17 kabupaten/kota di Sultra mengikuti pelatihan tersebut selama tiga hari. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan