Kepala BI Sultra: Vaksinasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jadi Positif

  • Bagikan
Kepala KPwBI Sultra, Bimo Epyanto, (Foto: Hasil Screenshot Via Zoom)
Kepala KPwBI Sultra, Bimo Epyanto, (Foto: Hasil Screenshot Via Zoom)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan pertumbuhan perekonomian Sultra pada triwulan I-2021 hingga kembali tumbuh positif yaitu 0,06 persen ini berasal dari faktor internal dan eksternal.

Kepala KPwBI Sultra, Bimo Epyanto, mengatakan faktor internal yang mendorong tumbuhnya ekonomi di Sultra yaitu berupa kebijakan pemerintah yang mulai melonggarkan aktifitas dan juga optimisme masyarakat yang sejalan dengan adanya vaksinasi sehingga kegiatan ekonomi mulai bergerak.

Sedangkan faktor eksternal itu berkaitan dengan permintaan komuditas ekspor dalam hal ini data bank yang berasal dari negara  Thiongkok yang masih kuat.

“Itu dua faktor utama yaitu internal dan eksternal yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Sultra Triwulan I-2021. Perbaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selaras dengan berbagai upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi oleh Pemerintah yang mendorong pemulihan aktivitas rumah tangga dan pelaku usaha,” ungkap Bimo.

Lanjut Bimo, dilihat dari sisi penawaran atau lapangan usaha ada beberapa lapangan usaha utama atau sektor utama tumbuh membaik yaitu kinerja lapangan usaha pertanian yang mengalami peningkatan disebabkan oleh peningkatan produksi padi pada periode laporan seiring dengan pergeseran pola panen yang lebih awal.

“Ini cukup meningkat dan signifikan yang semula pada akhir 2020 pertanian itu masih mengalami kontraksi sekarang sudah dispansi bahkan angkanya positif yaitu 1,51 persen,” ujar Bimo, Senin (10/5/2021) dalam acara Bincang Barang Media (BBM) secara virtual.

Baca:   Jelang Sekolah Tatap Muka, Guru di Wakatobi Divaksinasi

Hal kedua, lanjut Bimo, yakni perbaikan kinerja lapangan usaha pertambangan disebabkan oleh peningkatan aktivitas penambangan dalam rangka memenuhi permintaan industri pengolahan nikel tercatat pada Triwulan I-2021 minus -3,85 persen meningkat pangsa pasarnya sekitar 19,72 persen dibandingkan keadaan Triwulan IV-2021.

Ketiga, yaitu lapangan usaha perdagangan mengalami peningkatan kinerja signifikan seiring normalisasi aktivitas masyarakat dan jalur distribusi yang disertai pulihnya daya beli dan persepsi masyarakat meningkat 0,81 persen.

Sementara itu lapanagan usaha industri pengolahan mengalami penurunan disebabkan oleh penurunan aktivitas industri pengolahan bahan makanan dan lapangan usaha konstruksi mengalami akselerasi karena proyek smelter nikel dan pabrik aspal oleh swasta serta berlanjutnya proyek strategis nasional antara lain jalan Kendari – Toronipa dan perpustakaan modern bertaraf internasional Kendari.

Kemudian pertumbuhan sektor utama atau sisi permintaan yang menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi di Sultra, diataranya; Pertama, Konsumsi Rumah Tangga, kini terus mengalami perbaikan selaras dengan normaslisasi aktivitas masyarakat dan lapangan usaha yang terus didukung berbagai upaya penangananCovid-19 dan PEN oleh Pemerintah antara lain vaksinasi serta Bantuan Sosial.

Kedua, konsumsi Pemerintah, peningkatan konsumsi pemerintah didorong oleh tetap berlanjutnya proyekstrategis nasional (jalan Kendari – Toronipa dan perpustakaan modern bertaraf internasional Kendari), akselerasi penyaluran anggaran penanganan Covid serta aktivitas belanja pegawai terutama untuk kegiatan rapat dan kedinasan (MICE).

Baca:   BI Sultra Sediakan Rp 1,4 Triliun Selama Ramadan 1439 H

Ketiga, perbaikan kinerja investasi sejalan dengan terus berlangsungnya investasi berbagai smelter nikel serta akselerasi investasi pabrik aspal di Buton yang direncanakan menjadi bagian dari KEKAspal Buton.

“Sementara disisi permintaan Impor dan Ekspor alami perlambatan. Perlambatan kinerja ekspor dipicu oleh penurunan kinerja ekspor antardaerah seiring penurunan produksi komoditas perikanan dan perkebunan sedangkan perlambatan impor didorong oleh penurunan impor antardaerah seiring dengan normalisasi konsumsi RT paska HBKN,” jelas Bimo. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan