Kerukunan Keluarga Besar Kadatua Hadir di Baubau

  • Bagikan
Pengukuhan KKBK Kota Baubau. (Foto: Dok. Pemkot Baubau)

SULTRAKINI.COM: Pengurus Kerukunan Keluarga Besar Kadatua (KKBK) kini terbentuk di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kerukunan ini langsung dikukuhkan oleh Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

KKBK Kota Baubau terbentuk pada Minggu (25/10/2021) di Gedung Pancasila.

Wali Kota Baubau, AS Tamrin, mengaku untuk mewujudkan visi Kota Baubau dalam masa periodenya itu, yakni maju, sejahtera, dan berbudaya diperlukan dukungan dari semua pihak. Hadirnya KKBK dinilainya bisa membantu mencapai tujuan tersebut.

“Hari ini lahir satu kekuatan terorganisir, yang tadinya hanya orang per orang sekarang menjadi sebuah lembaga yang kokoh dan kuat. Tentunya dengan yang kokoh ini pasti akan memberikan kontribusi lebih besar dalam mewujudkan visi besar kota ini,” ucapnya, Minggu (24/10/2021) dilansir dari akun resmi Pemkot Baubau.

Ditambahkan Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, Pemkot menyambut baik terbentuknya KKBK dengan harapan bisa menjadi energi baru dalam mendukung pembangunan di wilayah setempat.

Jauh sebelum Baubau menjadi daerah otonom, Kadatua merupakan salah satu bagian dari Baubau namun karena peraturan perundang-undangan, serta adanya pertimbangan-pertimbangan lain sehingga Kadatua harus terpisah dari Kota Baubau.

“Kalaupun hari ini kita bersatu itu bukanlah suatu hal yang baru, namun ini bagaikan reuni menyatukan kembali semangat kita guna membangun daerah karena membangun Kota Baubau itu berarti kita membangun kawasan Kepulauan Buton,” terangnya.

Baca:   DPMD Konut Pastikan Tak Ada Pemekaran Desa Tahun Ini

Menurutnya ada tiga komponen guna mempercepat pembangunan suatu daerah, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Hadirnya KKBK menjadi konponen swasta dan masyarakat dalam kekuatan tersebut.

Selain itu, landasan kebersamaan di Kota Baubau adalah nilai-nilai luhur yang terkandung dalam PO-5 hasil elaborasi dari Sara Pataanguna oleh AS Tamrin. Sara Pataanguna tersebut merupakan falsafah luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Buton.

“Kami percaya jika nilai-nilai luhur dalam PO-5 ini termanifestasi dalam gerak, tingkah laku, dan pikiran kita, apa yang kita cita-citakan bersama–Insya Allah dapat terwujud dan tentunya kita berharap nilai-nilai ini tidak hanya sebuah slogan, namun betul-betul diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tambah La Ode Ahmad Monianse.

Laporan: Yelza Atrimien
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan