Kolaborasi BI dan OJK Tingkatkan Penyaluran Kredit dan Transaksi Non-Tunai

  • Bagikan
Deputi Kepala Perwakilan-Tim Perumusan dan Implementasi Kebijakan dan Keuangan Daerah Bank Indonesia (BI) Sultra, Taufik Ariesta Ardhiawan (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kolaborasi yang erat antara Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan di daerah berhasil menjaga stabilitas sistem keuangan di Sulawesi Tenggara sepanjang 2021.

Hal ini tercermin dari intermediasi, perbankan di Sultra terus mendukung dunia usaha dengan penyaluran kredit yang pada Oktober 2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,76 persen (yoy).

Akselerasi penyaluran kredit tersebut terus disertai dengan kualitas penyaluran yang sangat baik dimana non performing loan secara gross hanya tercatat sebesar 1,80 persen.

“Secara spesifik bila dilihat dari jenis usahanya, penyaluran kredit ke UMKM tumbuh sebesar 8,24 persen (yoy) dengan non performing loan gross yang tercatat sebesar 3,85 persen,” ujar Deputi Kepala Perwakilan-Tim Perumusan dan Implementasi Kebijakan dan Keuangan Daerah Bank Indonesia (BI) Sultra, Taufik Ariesta Ardhiawan, Rabu (24/11/2021).

Selain itu, kinerja Dana Pihak Ketiga di perbankan juga terus tumbuh positif sebesar 8,41 persen (yoy). Dari sisi pangsa, perbankan syariah menyalurkan 5,39 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Tenggara dan 5,17 persen dari total DPK masyarakat Sultra.

Di sektor sistem pembayaran, BI selalu berkomitmen untuk memastikan sistem pembayaran berjalan aman, efisien, lancar, dan andal. Kedepan, sebagai bentuk inovasi berkelanjutan, Bank Indonesia akan menghadirkan BI-FAST, sebuah infrastuktur SP ritel yang menjamin transaksi real time dan 24/7.

Selanjutnya Taufik, menyampaikam bahwa hingga Oktober 2021, total transaksi non tunai melalui SKN-BI dan BI-RTGS tercatat sebesar Rp 16,8 triliun atau meningkat sebesar 15,6 persen (yoy). Hal ini selaras dengan shifting preferensi masyarakat untuk transaksi di era digital dan masa pandemi.

Baca:   Kebijakan Konsolidasi Fiskal Berkelanjutan 2022

“Selain karena pandemi transaksi no tunai ini juga di dorong fokusnya BI Sultra secara konsisten melayani kebutuhan uang untuk transaksi tunai dengan memastikan uang beredar yang tepat kuantitas maupun kualitas, dan didukung dua lokasi kas titipan yaitu di Kolaka dan Baubau, juga melalui perbankan,” ungkapnya.

Berdasarkan data BI Sultra hingga Oktober 2021, jumlah uang yang kami edarkan mencapai Rp3,9 triliun, mengalami penurunan sebesar 17,4 oersen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan itu, sejalan dengan upaya BI untuk meningkatkan kualitas uang di masyarakat dan jumlah uang yang di musnahkan hingga Oktober 2021 mencapai Rp1,1 triliun atau turun sebesar 13,4 persen dibandingkan tahun 2020.

“Jadi penurunan yang terjadi tersebut selaras dengan peralihan penggunaan transaksi digital oleh masyarakat Sulawesi Tenggara,” tandasnya. (C)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Hasrul Tamrin

  • Bagikan