Konawe Berstatus Zona Merah, Setidaknya 5 Kecamatan masih Aman dari Covid-19

  • Bagikan
Ilustrasi. (Foto: ©2021 Merdeka.com/probolinggokab.go.id)

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sejak Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara berada di zona merah Covid-19, satgas covid terus bergerak cepat memutus penyebaran virus di tengah masyarakat. Setidaknya, Konawe masih memiliki lima kecamatan berstatus aman dari penyebaran Covid-19.

Fakta terbaru bersama lintas sektoral–Pemkab Konawe akan melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro pada 12-26 Juli 2021.

(Baca: Pemda Konawe akan Terapkan PPKM Mikro 15 Hari, Bagaimana Pelaksanaan Idul Adha?)

Perkembangan Covid-19 terus meningkat di wilayah “Lumbung Beras” ini. Hampir semua daerah di Konawe terjedi penyebaran Covid-19. Tersisa lima kecamatan dengan kasus nihil atau aman dari Covid-19.

Konawe memiliki 29 kecamatan, lima kecamatan di antaranya masih aman dari kasus positif Covid-19, yaitu Kecamatan Routa, Latoma, Asinua, Lambuya, dan Kecamatan Besulutu.

Selebihnya, masih kata Mawar, untuk wilayah yang terpapar virus tersebut terdiri dari Kecamatan Unaaha , Meluhu , Konawe, Wawotobi, Morosi, Wonggeduku, Sampara, Anggotoa, Uepai, Anggaberi, dan Tongauna.

“Untuk saat ini ada lima daerah masih aman atau nihil kasus Covid-19,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Dr. Mawar Taligana, Jumat (9/7/2021).

Sehubungan pembagian peta zonasi risiko Covid-19, terdiri dari zona hijau merupakan wilayah tidak terdapat kasus aktif, zona kuning terdapat 1-5 kasus, zona orange 6-10 kasus, dan zona merah memiliki di atas 10 kasus.

“Daerah kita berada di zona merah karena berada di atas 10 kasus,” tambah Mawar Taligana.

Baca:   Pelaksana Kades di Konawe Banyak yang Bukan ASN

Meski lima kecamatan tersebut nihil kasus Covid-19, Dinkes berharap masyarakat tidak lengah mematuhi protokol kesehatan, terlebih dalam penerapan PPKM mikro demi memilimalisir penyebaran covid di Konawe.

Sementara itu, Direktur RSUD Konawe, Dr. Agus Lahida menerangkan terjadi kekurangan alat tes polymerase chain reaction (PCR). Banyaknya masyarakat melakukan perjalanan ke luar daerah membuat permintaan tes PCR ikut meningkat.

“Sekarang kami kekurangan alat (tes PCR), jumlah permintaannya sekira 40 hingga 80 per hari,” ucapnya dalam rapat penentuan PPKM Mikro, Jumat (9/7/2021).

Agus juga mengaku, pihaknya menyediakan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Gedung Olahraga (GOR) untuk penanganan pasien Covid-19.

“Kedua gedung ini disiapkan jika sewaktu-waktu Rumah Sakit Darurat Covid-19 Konawe penuh,” sambungnya.

Data satgas Covid-19 Provinsi Sultra hingga Jumat, 9 Juli 2021, Kabupaten Konawe memiliki 196 kasus positif diisolasi, sementara kasus suspek, probable dan kontak erat berjumlah nol kasus. Banyaknya jumlah kasus positif itu, membuat Kabupaten Konawe menempati urutan ketiga dari total 17 kabupaten dan kota di Provinsi Sultra. (B)

Laporan: Andi Nur Aris.S
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan