Kota Kendari Masuk Dalam Wilayah Riset Indeks Bela Negara 2022

  • Bagikan
Bimbingan Teknis Pengukuran Indeks Bela Negara di Kendari. (Foto: Ist)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kota Kendari menjadi salah satu daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi wilayah riset Indeks Bela Negara dari Badan Riset dan Inovasi (Brin) bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan RI, melalui Direktora Jendral (Dirjen) Potensi Pertahanan.

Bimbingan Teknis Indeks Bela Negara telah dilakukan di Kota Kendari dihadiri langsung oleh Dirjen Pothan yang dipimpin, Panca Mugi, dengan melibatkan Ormas Forum Bela Negara Sulawesi Tenggara (Sultra) binaan dari Kemenhan sendiri pada Selasa hingga Rabu, 21-22 Juli 2022 di Plaza IIN, Kendari.

“Riset Indek Bela Negara tahun anggaran 2022 ini mengambil sampling di tujuh wilayah, yakni Nangroe Aceh Darusalam, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Ambon, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kota Kendari,” ungkap Eddy Sianturi Anggota Badan Riset dan Inovasi (Brin), dikutip dari keterangan tertulis Forum Bela Negara Sultra, Jumat (24 Juni 2022).

Eddy menjelaskan, wilayah Sulawesi khususnya Kota Kendari, Sultra, dipilih karena atas dasar pertimbangan khusus dari Kemenhan, salah satunya pembagunan cukup signifikan dalam beberapa tahun ini.

“Kemudian menjadi unik sebab Sultra khususnya Kendari sangat heterogen dengan segala kompleksitas, termasuk aktivitas pertambangan beberapa daerah disekitarnya sebagai salah satu lokomotif pembangunan,” terangnya.

Tujuan penyusunan Indeks Bela Negara ini antara lain untuk mengoptimalkan pembinaan kesadaran bela negara agar sinergis, efektif dan efisien, mendapatkan update data tingkat keberhasilan program kesadaran bela negara, serta mendapatkan data yang akurat sebagai dasar melakukan rencana aksi bela negara.

Baca:   Harga Sayuran di Pasar Kota Kendari Melonjak, Pedagang Kekurang Stok

Sekertaris Jendral Forum Bela Negara Sultra, Ir. Hasddin, S.Hut., M.P.W mengatakan, berdasarkan catatan organisasi Forum Bela Negara (FBN RI) Sultra Kendari sangat heterogen, tercatat ada sekitar 30 persen lebih usia minimal, serta dinamika sosial ekonomi yang beragam pula.

“Keadaan ini maka tentu diduga pasti ada korelasi dengan sikap bela negara. Karena itu kami menganggap apa yang menjadi keputusan Kemhan RI memilih Kendari sebagai sampling adalah tepat,” katanya.

Wakil Ketua FBR RI Sultra, Alis Muna Mbotu, menambahkan bahwa Bintek Indeks Bela Negara di Kendari dilaksana sejak tanggal 21-22 Juli 2022 di Plaza ini Kendari.

“Tim peneliti sebanyak 10 orang dari pengurus FBN RI, serta dukungan dari Kesbangpol Sultra,” tuturnya.

Dalam pengumpulan data Indeks Bela Negara ini melibatkan responden sebanyak 150 orang, yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat di Kota Kendari, dilakukan selama sepekan.

“Penangung jawab kegiatan dari Kemhan sendiri dengan beban penganggaran bersumber dari APBN yang melekat ke Menhan untuk tahunan anggaran 2022,” tambah Siti Nur Aisyah, S.TP., M.P.W.K selaku Bendahara Umum FBN-RI Sultra.

Laporan: Hasrul Tamrin

  • Bagikan