KPPN Kendari: Pagu 2022 Turun Menjadi Rp 5 Triliun

  • Bagikan
Kepala KPPN Kendari, Tegut Retno Sukarno, (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pagu wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari pada 2022 turun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 6.157.940.351.000.

Nilai pagu anggaran 2022 dipegang KPPN Kendari senilai Rp 5.072.532.627.000 dari sebelumnya Rp 6.157.940.351.000. Meski demikian, pagu belanja pegawai tetap meningkat Rp 117.342.677.000 sehingga tahun ini pagunya Rp 1.801.029.049.000, sementara tahun lalu jumlahnya Rp 1.683.686.372.000.

“Memang sebagian besar pagu tahun ini menurun dan itu ditentukan kantor pusat, untuk kementerian negara/lembaga penerima pagu sebanyak 40 kementerian dan jumlah satker penerima pagu menurun dari 265 satker di 2021, sekarang sisa 253 satker,” jelas Kepala KPPN Kendari, Tegut Retno Sukarno, Rabu (26 Januari 2022).

Jenis belanja berdasarkan pagu pada 2022 terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dengan pagu Rp 1.956.351.680.000; belanja modal Rp 1.307.797.698.000; dan belanja bantuan sosial Rp 7.354.200.000.

Teguh menyampaikan, pagu transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) pada 2022 di wilayah KPPN Kendari terdiri dari Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, serta Kabupaten Bombana.

“Total pagu untuk DAK Fisik di wilayah KPPN Kendari Rp 806.876.838.000 dan dana desa Rp 727.793.503.000, untuk penerimaan terbanyak DAK Fisik Provinsi Sultra dan penerima terbanyak dana desa Kabupaten Konawe Selatan,” terangnya.

Baca:   Polemik Relokasi Pedagang eks Pasar Panjang Berlanjut di Meja Rapat

Tujuh wilayah kerja KPPN Kendari juga menerima Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 5.401.026.256.000, Daba Bagi Hasil (DBH) Rp 759.288.311.000, dan Dana Insentif Daerah (DID) Rp 39.495.913.000.

“Disalurkan melalui KPPN Kendari adalah DAK Fisik dan DD Rp 1.534.670.341.000, untuk DAU, DBH, DID langsung ditransfer ke rekening BUD oleh KPPN di Jakarta,” sambungnya.

Untuk diketahui, realisasi DAK Fisik mencapai 92 persen, Provinsi Sultra tercatat sebagai daerah realisasi DAK Fisik terendah, yaitu 87 persen dari pagu Rp 362.857.282.000 hanya terealisasi Rp 314.866.100.371 dan sisanya Rp 47.991.181.629. Sedangkan relisasi DD dari lima kabupaten sebesar 100 persen. (B)

(Baca juga: Sembilan Satker Wilayah KPPN Kendari Terima Penghargaan IKPA 2021)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan