KPPN Kendari Salurkan APBN Triwulan I 2021 senilai Rp 1,2 Triliun

  • Bagikan
Kepala KPPN Kendari, Teguh Ratno Sukarno. (Foto: Wa Rifin/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kendari pada triwulan I tahun 2021 (1 Januari-31 Maret 2021) menyalurkan dana APBN kepada stakeholder senilai Rp 1.222.208.715.553,- atau 19,85 persen dari total pagu anggaran Rp 6.158.633.966.000.

Kepala KPPN Kendari, Teguh Ratno Sukarno, mengatakan penyaluran dana APBN triwulan I 2021, terdiri dari belanja pegawai dengan pagu anggaran Rp 1.738.099.643.000 dengan realisasi Rp 398.159.499.607 atau 23 persen, belanja barang dengan pagu anggaran Rp 2.221.995.230.000 dan terealisasi Rp 292.680.133.438 atau 13 persen.

Kemudian belanja modal dengan pagu anggaran Rp 2.191.806.993.000 dan terealisasi Rp 531.369.132.508 atau 24 persen, sedangkan belanja bansos dengan pagu anggaran Rp 6.732.000.000 untuk triwulan I 2021 belum terealisasi.

“Belanja Bansos Rp 6,7 miliar itu ada di IAIN Kendari, kami belum tahu kenapa, karena belum konfirmasi. Kemungkinan Bansos tersebut disalurkan kepada mahasiswa menunggu jadwal kuliah,” terang Teguh, Rabu (7/4/2021).

Penyaluran dana APBN ini melebihi target penyerapan nasional untuk triwulan I 2021, yaitu 15 persen. Namun demikian, data KPPN Kendari masih terdapat 24 satuan kerja dari total 264 satuan kerja di wilayah KPPN Kendari dengan penyerapan 0 persen yang didominasi oleh beberapa satker dinas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (dekonsentrasi).

“Sebanyak 24 satker belum realisasi alasannya menunggu SK pejabat pengelola keuangan dari pimpinan daerah, sehingga belum ada yang bertanggung jawab untuk melakukan pencairan APBN,” jelasnya.

Baca:   Kodim 1413/Buton Gelar TMMD ke-106 di Buton Selatan

Teguh menyampaikan, APBN 2021 ditujukan untuk pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi agar bersifat inklusif dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.

Misalnya, Adanya vaksinasi Covid-19 diharapkan menjadi game changer dalam strategi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Di sisi lain, pemerintah mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di 2021, misalnya memulihkan kepercayaan konsumen, mendorong daya beli, mereformasi iklim investasi, hingga meningkatkan ekspor.

“Pemerintah akan meneruskan program perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi serta membangun pondasi perekonomian ke depan melalui APBN tahun 2021,” terangnya. (B)

Laporan: Wa Rifin
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan