La Ode Muhammad Syarif: Perusahaan Tambang dapat Uang, Masyarakat Hanya dapat Debunya

  • Bagikan
Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif. (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)
?

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), La Ode Muhammad Syarif mengatakan, Provinsi Sulawesi Tenggara adalah salah satu daerah yang terkaya di Indonesia dalam hal ini sumber daya alamnya yang melimpah. SDA yang dimiliki Sultra sangat dibutuhkan di masa depan.

Hal itu disampaikan La Ode Muhammad Syarif pada kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding dan Perjanjian Kerja Sama dengan pemerintah daerah se-Sultra dengan Badan Pertanahan Nasional, Bank Sultra, dan Direktorat Pajak, Rabu (21/8/2019).

“Sultra memiliki kekayaan alam yang cukup kaya dan sangat dibutuhkan di masa depan. Di Indonesia yang paling banyak nikelnya adalah Sultra,” ujarnya.

Ia melanjutkan beberapa daerah di Sultra yang dikenal memiliki SDA yang yang terkenal sejak dulu seperti Kolaka penghasil nikel, Buton penghasil aspal, dan Muna penghasil kayu jati. Namun pengelolaan SDA tersebut tidak dikelola dengan baik.

“Memang kita ini NKRI, jadi hasil ini kita juga mempunyai kewajiban untuk membaginya dengan provinsi lain, tetapi kerusakannya kita tidak bagi. Mereka (perusahaan tambang) datang merusak di sini, tetapi uangnya bukan untuk daerah. Mereka dapat uangnya, kita hanya dapat debunya saja, tidak rela saya,” sambungnya.

Ia sampaikan, jika dirinya tidak lagi menjadi anggota KPK, namun ia berharap agar pimpinan KPK yang baru dimana yang akan datang terus memperhatikan Sultra.

Baca:   Pembangunan Infrastruktur Jalan di Konawe Utara Dipercepat

“Kita ini provinsi yang kaya, makanya KPK ingin menyelamatkannya karena ini masa depan negara. Apakah karena terlalu banyak korupsi, ya tidak juga, Sultra tidak masuk dalam daftar salah satu provinsi yang terkorup di Indonesia,” ucapnya.

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan