Lagi, Pria di Kendari Tega Aniaya Istri Hingga Pingsan

  • Bagikan
Korban saat mendatangi Kantor Polsek Kandai, Kamis (22/11/2018). (Foto : Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)
Korban saat mendatangi Kantor Polsek Kandai, Kamis (22/11/2018). (Foto : Wayan Sukanta/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kasus penganiayaan terhadap perempuan kembali terjadi. Kali ini, korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Kelurahan Kendari Cadi, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korban yang diketahui bernama Wa Ode Maimuna, dianiaya oleh suaminya sendiri hingga jatuh pingsan. Belum diketahui secara pasti penyebab pelaku tega menganiaya sang istri.

Berdasarkan keterangan korban, insiden penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 09.00 wita. Korban mengaku tiba-tiba pelaku menarik bajunya dan memukul wajah korban sebanyak empat kali hingga hidungnya mengeluarkan darah.

“Malam sebelumnya tidak terjadi apa-apa, semua seperti biasa saja. Tapi waktu paginya tiba-tiba saya dipukul pada bagian wajah. Pada saat itu saya langsung lari, tidak sadar saya sudah ada di jalan dengan keadaan hidung saya sudah berdarah,” tutur Maemuna di Polsek Kandai.

Maemuna menuturkan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai nelayan dan lebih banyak menghabiskan waktu saat melaut.

ibu alimazi

“Dia kalo berlayar biasanya sampai satu bulan. Setelah itu dia pulang, dua atau tiga minggu di rumah dia pergi lagi berlayar,” terang Waemuna.

Kasus penganiayaan yang menimpa Maemuna, saat ini telah resmi dilaporkan di Kantor Polsek Kandai.

Pembantu Unit (Panit) I Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kandai, AIPDA La Ode Asdin, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap tersangka.

Baca:   Warga Wakatobi Ini Resah, Polisi Tidak Menahan Pelaku KDRT

“Kejadian ini kita ketahui berawal dari media sosial. Mengetahui hal tersebut, kami langsung ke lokasi dan menemukan korban sudah tergeletak di Jalan Yos Sudarso dengan kondisi tidak sadarkan diri,” ujar AIPDA La Ode Asdin, Kamis (22/11/2018).

Laporan: Wayan Sukanta
Editor: Habiruddin Daeng

  • Bagikan