Lalai Amankan Pawai Budaya Berujung Bentrok, Dewan Minta Kapolres Kendari Dicopot

  • Bagikan
Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, La Ode Ashar menilai pihak kepolisian lalai dalam menjalankan tugasnya mengawal dan mengamankan Pawai Budaya Tolaki Mepokoaso yang berujung bentrok antar dua kelompok di kawasan Kendari Beach pada Kamis, 16 Desember 2021 lalu.

“Pihak kepolisian harus bertanggung jawab atas bentrokan itu, karena telah lalai menjalankan tugasnya. Akibat kelalaian itulah sehingga menyebabkan bentrok hingga meregang nyawa,” ujarnya, Selasa (21/12/2021).

loker wartawan sultrakini

Seharusnya kata Politisi Partai Golkar, Kapolda Sultra mencopot Kapolres Kendari bukan Kapolres Muna, Baubau, dan Kapolres Konsel karena di daerah tersebut tidak ada gejolak.

“Anehnya di Kota Kendari yang terjadi gejolak hingga menewaskan warga yang tak bersalah, penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas) tidak dimutasi. Tidak dilakukan evaluasi oleh Kapolda Sultra, ini sangat aneh,” tegasnya.

Hal ini kata La Ode Ashar, memantik rasa penasaran atau pertanyaan dari warga Kota Kendari, ada apa di tubuh kepolisian. Selama ini, ketika terjadi konflik atau tragedi yang sudah merenggut nyawa orang maka penanggung jawab keamanan di wilayah tersebut pasti berganti.

“Pasti digeser, karena dianggap lalai dalam menjalankan tanggung jawab pengamanannya. Ini yang diganti di wilayah-wilayah yang tidak ada apa-apa atau daerah konflik. Tetapi di wilayah konflik kapolresnya tetap tenang,” tanya La Ode Ashar.

Baca:   Pengangguran Menumpuk, Pemprov Sultra Batasi Penerimaan CPNS 2018

Ini harus menjadi catatan serius. Karena idealnya pemimpin-pemimpin atau penentu kebijakan apalagi ini berkaitan dengan Kantibmas harus peka dan mereka harus bertanggung jawab. Jika mereka siap siaga mengamankan aksi, dirinya meyakini tidak akan terjadi bentrok.

“Sebagai wujud dari tanggung jawab Kapolres harus rela dicopot dari jabatannya,” ungkap La Ode Ashar.

Untuk itu, ia mendorong DPRD secara kelembagaan meminta tanggung jawab kepolisian. Agar ada sikap tegas yang harus diberikan kepada penanggung jawab wilayah dalam hal ini Kapolres jangan hanya tegas terhadap pelaku.

“Tetapi petugas keamanan di wilayah ini harus bertanggung jawab. Sehingga sikap tegas Kapolda terhadap Kapolres Kendari kita tunggu. Karena kasus ini adalah kejadian yang terulang,” tutupnya. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Hasu Tamrin

loker marketing sultrakini
  • Bagikan