Masa Pandemi Covid-19, Peternak Dilatih Mahasiswa UHO Bikin Pupuk Organik

  • Bagikan
Mahasiswa peserta KKN Tematik Fakultas Peternakan UHO foto bersama petani ternak di Desa Sindangkasi, Konsel. Foto: IST.
Mahasiswa peserta KKN Tematik Fakultas Peternakan UHO foto bersama petani ternak di Desa Sindangkasi, Konsel. Foto: IST.

Masa pandemi Covis-19 belum berakhir. Dampaknya ikut dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terlebih masyarakat tani, khususnya peternak. Untuk itu mahasiswa KKN Tematik Universitas Halu Oleo melatih mereka untuk meningkatkan nilai ekonomi dengan cara membuat pupuk organic padat dan cair.

SULTRAKINI.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair bagi masyarakat peternak Desa Sindangkasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Konawe Selatan.

“Ketersediaan dan suplai pupuk kimia yang biasa digunakan sudah semakin terbatas, kemudian dalam jangka panjang ternyata yang bisa kita rasakan penggunaan pupuk kimia membuat tanah semakin rakus, tanah menjadi rakus karena unsur-unsur hara terserap habis setiap kali selesai panen,” kata Prof. Dr. Ir La Ode Nafiu M.Si, salah seorang dosen pembimbing mahasiswa KKN Tematik.

Pelatihan berlangsung di kediaman kepala Dusun IV dihadiri beberapa orang peternak lokal bertujuan agar limbah ternak yang dihasilkan oleh para peternak dapat dimanfaatkan secara maksimal dan bahkan dapat bernilai ekonomis di masa pandemi Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan memakai masker.

ibu alimazi

La Ode Nafiu menjelaskan cara pembuatan, manfaat dan fungsi pupuk organik padat (POP) dan pupuk organik cair (POC) kepada peternak. Dibantu beberapa mahasisiwa yang ikut menjeskan mengenai POP dan POC.

Baca:   Usai Kabar Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi, Dinsos Konsel akan Tindaki Pemasok Curang

Pembuatan POP dengan cara mengaduk rata semua bahan yang telah disiapkan, terdiri feses ternak kering, sekam bakar, sekam padi, dan dedak, lalu  dituangkan cairan EM4 yang telah di aktifkan selama 24 jam. Setelah itu ditutup rapat hingga tak ada udara yang masuk (anerob) selama sebulan. Pada masa itu dilakukan pengadukan setiap 4 hari sekali selama sebulan.

Sedangkan pembuatan POC dengan cara mencacah limbah sayur sampai halus, setelah dicacah dimasukkan ke dalam wadah (galon) lalu dituangkan air kelapa sebanyak 2 liter dan air cucian beras sebanyak 1 liter ke dalam wada (galon). Dituangkan pula 50 ml EM4 dan 2 sendok gula pasir. Lubangi tutup galon dan masukkan selang kemudian lubangi tutup botol yang berisikan air 3/4 liter, dan aduk setiap sehari sekali selama 16 hari.

Teknik itu dilatihkan kepada para peternak sehingga dapat lebih memanfaatkan limbah peternakan untuk dijadikan pupuk yang dapat digunakan pada perkebunan. Mereka pun tidak harus bergantung pada pupuk subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Tentu saja dapat bernilai ekonomis di masa pandemi seperti saat ini.

Mahasiswa peserta KKN Tematik yang melaksanakan program kerja tersebut terdiri 12 mahasiswa diantaranya Muh. Aswan Pratama, Arwin Putra Pratama dan Wa Ode Sri Rahayu di bawah bimbingan tim dosen pelaksana KKN Tematik Fakultas Peternakan yang diketuai oleh Dekan Fakultas Peternakan UHO Dr. Ir. Ali Bain, M.Si, dan anggota para dosen terdiri Prof. Dr. Ir. La Ode Nafiu, M.Si., Dr. Nursanti Asminaya, S.Pt., M.Si., Widhi Kurniawan S.Pt., M.Si., Hamdan Has S.Pt., dan Asma Bio Kimestri, S.Pt., M.Sc.

Baca:   HAB ke-72, Penggerak Pendidikan di Daerah Terisolir Konsel Terima Penghargaan

Editor: M Djufri Rachim

  • Bagikan