Masih Punya 6 Ribu Pengangguran, di Konawe Justru Banyak PHK

  • Bagikan
Aktivitas penggilingan gabah di Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe yang dilakukan secara mobile. Pekerjaan ini seharusnya didorong oleh pemerintah sebagai alternatif mengembangkan pertanian sekali

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Di Konawe, nasib industri tambang mulai tumbang. PHK besar-besaran tak terelakan. Padahal, kabupaten yang dinahkodai Kery Saiful Konggoasa itu masih dihantui enam ribu penganggur yang tak terwadahi.

 

loker wartawan sultrakini

Kadis Nakertrans Konawe, Joni Phisi menerangkan, data instansinya menunjukan masih ada sekitar lima sampai enam ribu pengangguran di Konawe. Mereka adalah angkatan kerja yang seharusnya sudah bekerja, namun belum ada wadah.

 

”Mereka adalah angkatan kerja lulusan SMK dan juga perguruan tinggi yang sampai saat ini belum mendapat kerja,” terangnya.

 

Kondisi pengangguran di Konawe makin diperparah dengan keadaan dua industri tambang yang kini hampir gulung tikar. Kedua perusahaan tersebut, yakni PT. Cahaya Mineral Metal Industri (CMMI) dan PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI).

 

”Kalau CMMI sudah lebih awal merumahkan ratusan karyawannya. Yang tersisa saat ini hanyalah para sekuriti yang menjaga alat-alat pabrik,” kata Joni.

 

Mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Konawe itu mengatakan, CMMI pailit akibat anjloknya harga nikel. ”Biaya produksi lebih tinggi dari harga nikel. Makanya mereka mutuskan untuk berhenti beroperasi,” jelasnya.

 

Selanjutnya, yang baru-baru ini melakukan PHK adalah PT. VDNI. Mega Industri tersebut berjalan tersendat-sendat akibat belum adanya kejelasan investasi. Akibatnya, alih-alih melakukan perekrutan tenaga kerja, perusahaan tersebut justru melakukan PHK.

Baca:   Konawe Bakal Digoyang Dumang

 

Sebagaimana diketahui, Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara, sebelumnya pernah mengumbar komitmen kalau perintah akan membuka lapangan kerja hingga 22 ribu. Dari jumlah tersebut menurut Gusli, 10 ribu pekerja akan terekrut dari PT. VDNI yang kini tengah sekarat.(B)

 

Editor: Gugus Suryaman

loker marketing sultrakini
  • Bagikan