Masyarakat Adat “Duduki” Rujab Gubernur Sultra

  • Bagikan
Massa aksi Konsorsium Tolaki Mepokoaso Peduli Budaya unjuk rasa di Rujab Gubernur Sultra. (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Ratusan orang masyarakat yang tergabung dalam Konsorsium Tolaki Mepokoaso Peduli Budaya Sulawesi Tenggara “menduduki” rumah jabatan Gubernur Sultra, Kota Kendari, Rabu (7/7/2021). Pengunjuk rasa mendobrak gerbang pintu masuk Rujab sebelum dibuka oleh Satpol PP.

Konsorsium Tolaki Mepokoaso Peduli Budaya Sultra meminta pembatalan surat keputusan pembetukan dewan kebudayaan karena tidak mewakili suku-suku besar atau paguyuban yang ada di Sultra, yakni suku Tolaki, Buton, Muna, dan Moronene.

Massa aksi Konsorsium Tolaki Mepokoaso Peduli Budaya unjuk rasa di Rujab Gubernur Sultra. (Foto: La Niati/SULTRAKINI.COM)

Menurut mereka, Gubernur Sultra Ali Mazi tidak menghargai empat suku tersebut. Massa aksi juga meminta gubernur bertemu mereka guna membahas hal tersebut. Mereka mengancam akan mendobrak masuk di dalam rujab jika tidak ditemui.

“Kami minta Gubernur Ali Mazi segera mencabut dan membatalkan SK kepengurusan dewan kebudayaan Nomor 387 Tahun 2001 Sultra karena dinilai komposisi kepengurusan di dalamnya melanggar tentang nilai-nilai budaya yang tergabung di empat pilar, yaitu suku Tolaki, suku Buton, suku Muna, dan suku Moronene,” jelas Koordinator lapangan, Jefri.

Tidak lama melakukan orasi di depan pintu Rujab, perwakiln massa aksi dipersilakan masuk ke dalam Rujab. Ada 20 orang perwakilan dari beberapa lembaga adat Tolaki termasuk perwakikan dari LAT Sultra menemui Gubernur.

Baca:   Peran Kominfo Kota Kendari Lawan Hoax Pandemi Covid-19

Sebelum berunjuk rasa di rujab, massa aksi berorasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra. (C)

Laporan: La Niati
Editor: Sarini Ido

  • Bagikan